by

Editorial: Minyak Goreng, Riwayatmu Kini

Ilustrasi minyak goreng

SEKERUMUNAN orang yang kebanyakan ‘emak-emak’ itu menumpuk di depan sebuah toko serba ada (baca: Indomaret) di Makassar. Apa mereka tengah melakukan aksi unjuk rasa? Ternyata tidak! Mereka tengah menunggu datangnya pasokan minyak goreng untuk konsumsi keluarganya.

Harus diakui, beberapa bulan terakhir ini -hampir merata di Indonesia, pasokan minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga seperti raib dari pasaran. Ini bukan sulapan, tapi memang benar-benar menjadi bagian yang sangat mencemaskan para emak-emak, apa lagi jelang memasuki bulan Ramadan.

Berbagai analisa, kritik serta paparan dari pakar ekonomi dan pakar kebijakan publik menyorot hal ini. Beribu alasan dan tangkisan juga telah dilayangkan pemerintah untuk menjelaskan kelangkaan minyak goreng tersebut.

Namun yang pasti, minyak goreng memang langka dan raib dari pasaran. Dan orang-orang (baca: emak-emak) merasa sedemikian gerah dibikinnya.

Kemudian, fantasi orang makin menjalar liar. Di media sosial, orang-orang kemudian membandingkan situasi ini dengan masa orde lama di masa-masa kritis kejatuhan Presiden Soekarno. Saat itu, orang-orang pun mengular antri menunggu pembagian sembako.

Apakah kondisi ini sama? Barangkali tidak. Konteks dan penyebabnya berbeda. Tapi apakah masyarakat mau mengerti hal itu? Tidak juga. Mereka hanya ingin minyak goreng ada tersedia ketika mereka membutuhkannya.

Barangkali, negeri ini memang harus kembali belajar dari sejarah. Barangkali memang ada yang keliru dari pengelolaan kebijakan perdagangan di negeri ini. Atau memang ini dimanfaakan oleh para mafia pangan dan berkolaborator dengan oligarki di negeri ini untuk memanfaatkan melonjaknya harga CPO dunia dan pengalihan bahan CPO untuk bahan bakar biodiesel untuk meraup keungtungan pribadi atau kelompok.

Yang pasti pemerintah dipilih dan digaji oleh rakyat untuk mengatur, mengelola dan membantu pemenuhan kebutuhan mendasar rakyatnya. Kalau tidak, buat apa kita punya pemerintah? [Redaksi]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.