CEK FAKTA: Kini Bantu Jalan Rusak, Bagaimana Saat RMS 10 Tahun Jadi Bupati di Sidrap?

Rusdi Masse (int)

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Seperti diberitakan berbagai media, belum berselang beberapa hari alat berat bantuan Partai NasDem Sulsel turun melakukan perbaikan jalan di Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), kini Partai NasDem Sulsel atas perintah ketua (DPW) Partai NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) kembali hadir membantu masyarakat, memperbaiki Jalan Provinsi penghubung Kabupaten Sidrap-Kabupaten Soppeng, Sulsel.

Perhatian RMS soal jalan, menuai tanggapan beragam di media sosial. Lalu bagaimana kondisi jalan di Sidrap sepuluh tahun RMS menjabat Bupati Sidrap?

Berdasarkan persoalan jalan di Sidrap selama RMS menjabat Bupati Sidrap, berikut yang dirangkum redaksi dari berbagai sumber:

Dilansir dari pemberitaan media Juli 2018 lalu, akses jalan menuju Dusun Bukere, Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, Sulsel), dikeluhkan warga.

Daerah yang terletak sekitar 42 KM ke arah selatan Ibu Kota Sidrap tersebut memprihatinkan.

“Sudah puluhan tahun kondisi jalan daerah kami begini. Bahkan ketika musim hujan, terkadang kami tak bisa melintas, karena jalan licin dan berlumpur,” kata warga setempat, Rahman kepada wartawan, Juli- 2018 lalu.

BACA JUGA  Pangdam Hasanuddin Resmi Tutup Pertandingan Sepak Bola Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022 di Wilayah Sulsel

Sementara kepala Desa Cenrana, Kartono saat itu membenarkan akses jalan di wilayahnya yang rusak parah, utamanya menuju Dusun Bukere.

“Tiap hari masyarakat harus melewati jalan rusak seperti ini pak. Kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk perbaikan jalan, karena Alokasi Dana Desa (ADD) kami juga terbatas,” jelasnya.

Kemudian dilansir dari pemberitaan media Juli 2021 lalu, kerusakan parah jalan terjadi di Dusun Bampengnge, Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap. Warga di dusun tersebut belum pernah menikmati jalan layak.

Keluhan kerusakan jalan tersebut disampaikan oleh seorang pemuda Bampengnge, Fattah.

Kondisi jalan yang tanpa aspal, kini berkubang dan digenangi air kotor. Kubangan air sudah sudah sangat dalam hingga sampai di paha remaja. Meski ruas jalan sangat hancur, namun Pemkab Sidrap belum pernah memberikan perhatian. Biasanya, hanya warga yang didominasi petani mengumpulkan donasi perbaikan.

“Sejak kampung ini terbentuk, memang belum pernah ada pembangunan jalan. Hanya warga yang bangun jalannya,” ujar Fattah.

“Dulu jelang Pilkada, kami dijanji perbaikan jalan. Tapi itu belum terealisasi sampai sekarang,” sambung Fattah. (ip)

Comment