Dipisahkan dari Ibunya, Bayi yang Baru Lahir Akhirnya Meninggal Dunia

Dipisahkan dari Ibunya, Bayi yang Baru Lahir Akhirnya Meninggal Dunia

Dailymakassar.id – Pangkep. Belum selesai kasus terkait dugaan kelalaian pegawai rumah sakit kepada pasien ibu hamil, kembali lagi RSUD Batara Siang. diduga melakukan kesalahan fatal. Bayi yang baru lahir beberapa hari yang lalu, juga di keluarkan dari rumah sakit karena ibunya terindikasi reaktif covid 19.

Pasien atas nama Ibu Supriati yang belum sempat melihat bayi nya lantaran ia dipisahkan karena menunggu hasil LAB PCR dari makassar.

Kini harus meratapi kesedihannya, karena bayi yang sangat ingin dia lihat tersenyum telah menghembuskan nafas terakhirnya karena tidak pernah merasakan ASI secara langsung dari ibunya sejak ia lahir.

Sanak saudara pasien mengatakan bayi tersebut tidak berhenti menangis dan hanya diberi susu formula sebagai pengganti ASI.

“Itu anak dari lahir cuman di kasih susu formula, sedangkan dia menolak dan menangis terus kalau di kasih susu begitu, bahkan tidak ada persetujuan orang tua terkait hal itu, langsungji di kasih supaya katanya tidak berhenti menangis”, Ujar tante si bayi.

Menurut pihak keluarga semenjak bayi tersebut dikeluarkan dari rumah sakit tidak ada satupun pihak rumah sakit yang datang kerumah pasien untuk melihat atau memberikan perawatan khusus terhadap bayi tersebut sampai ia meninggal dunia.

Yang ada malah salah satu pihak puskesmas datang dan ingin melakukan swab test kepada pihak keluarga namun di tolak karena tidak ada alasan yang jelas mengapa ingin melakukan swab test kepada pihak keluarga.

Aliansi Pemuda Peduli Kemanusiaan saat aksi berlangsung menyayangkan penanganan pasien dirumah sakit batara siang yang dinilai mengabaikan keselamatan bayi pasien

“Ini adalah soal rasa Kemanusiaan karena sangat disayangkan harusnya pihak rumah sakit mestinya mengutus perawat atau bidan untuk melakukan perawatan khusus atau minimal di cek setiap hari kondisi bayi tersebut, apalagi pihak rumah sakit mengetahui bahwa ibunya sedang dalam ruang isolasi”, imbuh maskur, kordinator aksi.

Peserta aksi yang disambut langsung oleh kadis kesehatan dan direktur rumah sakit mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada puskesmas di Sarappo lompo untuk dilakukan monitoring kepada bayi tersebut, tapi sayangnya pihak rumah sakit sendiri baru mengetahui bahwa pasien tersebut bukan pasien rujukan dari puskesmas yang mereka maksud melainkan pasien yang berdomisili di minasatene untuk sementara.

Dandi yang juga keluarga pasien mengatakan bahwa pasien itu bukan pasien rujukan namun langsung ke rumah sakit untuk di rawat, Ini jelas pelayanan di duga terjadi pembiaran serta kalaian terhadap keselamatan anak pasien.

Maskur Koordinator Aksi Aliansi Pemuda Peduli Kemanusiaan menuntut agar pihak rumah sakit bertanggung jawab atas kelalaian di dalam tugasnya.

“Kami dari dari aliansi pemuda pemerhati kemanusiaan meminta kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas permasalahan ini, dan apabila tuntutan kami tidak di penuhi kami akan melakukan aksi besar-besaran lanjutan”, pungkasnya. (Tbr)

Comment