Diskusi Alot Masalah Minyak Goreng Antara Rapsel Ali dan Perum Bulog Sulselbar

“Peran Bulog sebagai buffer stock (stok penyangga) nasional untuk bahan pangan pokok. Perannya tidak hanya seputar masalah pangan beras saja. Namun bahan pokok lainnya juga, seperti minyak goreng yang saat ini menjadi keluhan warga karena menghilang di pasaran,” beber Rapsel Ali dalam prolognya membuka diskusi

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Nasdem Muhammad Rapsel Ali (MRA) melakukan silaturahmi di wilayah Kelurahan Bontoala, Kelurahan Kalukuang, dan Kelurahan Ujung Pandang Baru pada Senin (21/2).

Aspirasi yang masuk saat silaturahmi kemarin, didominasi  masalah minyak goreng yang dialami warga. Pasalnya salah satu kebutuhan pokok rumah tangga itu hilang di pasaran. Masalah ini tidak hanya terjadi di kota Makassar, bahkan sudah menjadi masalah nasional.

Selasa siang (22/2) MRA melakukan kunjungan ke Kanwil Bulog Sulselbar jalan A. P. Pettarani No. 18 Makassar. Pokok utama pembicaraan seputar masalah minyak goreng yang dialami warga.

Dalam pertemuan itu, pucuk pimpinan Kanwil Bulog Sulselbar hadir langsung didampingi oleh jajarannya. Selengkapnya, Bakhtiar AS sebagai Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar, Heriswan (Wakil Pemimpin), Karmila Hasmin Marunta (Manager Pengadaan), dan Rahmi Mangerang (Manager Bisnis).

“Peran Bulog sebagai buffer stock (stok penyangga) nasional untuk bahan pangan pokok. Perannya tidak  hanya seputar masalah pangan beras saja. Namun bahan pokok lainnya juga, seperti minyak goreng yang saat ini menjadi keluhan warga karena menghilang di pasaran,” beber Rapsel Ali dalam prolognya membuka diskusi.

“Kami menyadari bahwa pada dasarnya Bulog tidak memiliki kewajiban untuk stabilisasi minyak goreng. Namun lantaran situasi saat ini warga mengalami kondisi memiriskan. Setidaknya Bulog bisa ikut peran serta melalui “operasi pasar” bersama instansi terkait. Setidaknya hal ini menjadi jalan keluar untuk proses jangka pendek bagi keluhan masyarakat. Sembari mencari solusi komprehensif sebelum bulan Ramadan tiba,” lanjut anak mantu Wapres KH. Ma’ruf Amin ini memberikan alternatif solusi.

“Sebenarnya ini juga menjadi masalah Pak. Saat rapat terbuka bersama dinas terkait, dilaporkan stok cukup. Saat intervensi mau langsung mengambil barang, ternyata stok tidak ada. Itulah persoalan di lapangan yang tidak sesuai dengan kebijakan. Namun, Inshaa Allah kami tetap optimal. Mudah-mudahan Bapak-Bapak di DPR-RI bisa mensupport kami bagaimana operasional di lapangan bisa lebih baik lagi,” urai Bakhtiar AS menanggapi.

Diskusi semakin alot dengan suasana santai, disisipi sedikit guyonan dari Rapsel Ali mencairkan suasana. Di tengah perbincangan, salah satu Tenaga Ahli dari Rapsel Ali yakni Zaldi Mardiansyah ikut ambil bagian dengan menuturkan hasil investigasi pihak aparat berkaitan masalah minyak goreng.

“Menurut hasil investigasi aparat, di Sulsel minyak goreng tidak terjadi kelangkaan. Hanya terjadi panic buying masyarakat. Kemudiaan ada beberapa perusahaan menarik barangnya karena tidak sesuai lagi dengan harga antara harga pokok barang dengan harga pasar yang ditetapkan pemerintah. Ini murni masalah cost-benefit bagi perusahaan tersebut,” beber Zaldi.

Di penghujung diskusi, Bakhtiar AS mengharapkan kerja sama apik seluruh pemangku kepentingan, agar masalah yang dialami masyarakat bisa segera diatasi sebelum memasuki bulan Ramadan awal April nanti.

“Saya pikir, kami siap untuk operasi pasar bersama sesuai arahannya (Rapsel, red). Masalah minyak goreng ini tidak bisa diselesaikan secara parsial, harus sinergi seluruh stakeholder agar masyarakat secara langsung bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar**(RM)

Comment