Riska Terapkan Ilmu Psikologi Saat Berinteraksi di Ajang Pemilihan Duta Remaja Sulsel 2022

Latar belakang Riska pada program studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Bosowa, menjadi sebuah berkah. Karena ia mampu aplikasikan ilmu itu dalam berinteraksi dengan peserta lainnya

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Mengikuti pemilihan duta remaja adalah sebuah impian bagi setiap orang. Namun di balik semua itu, dibutuhkan kerja keras dan mampu mengorbankan waktu santai yang kerap mengisi keseharian kawula muda. Begitulah yang dialami Tri Riska Nur Hidaya, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Bosowa, Makassar.

Mahasiswi angkatan 2021 ini mengisi hari-harinya dengan belajar bagaimana cara mempromosikan daerahnya, agar bisa dikenal masyarakat luas. Misalnya masalah pariwisata.

Gayung bersambut, kerja kerasnya itu memberikan hasil di ajang Pemilihan Duta Remaja Sulawesi Selatan tahun 2022 yang berlangsung di Grand Hotel Makassar beberapa waktu.

“Alhamdulillah, bisa lolos tahap 3nd Runner Up di kompetisi Pemilihan Duta Remaja 2022 Sulsel. Awalnya interview online dari 130 peserta dan terpilih hanya sekitar 34 peserta termasuk saya, untuk masuk tahapan karantina,” urainya bersemangat.

Talenta Tri makin terpoles saat masuk karantina. Karena di tahapan karantina itu peserta dibekal pengetahuan dalam menjalani kehidupan ini. Utamanya bagi kaum muda sebagai tongkat estafet penerus bangsa.

“Saat masa karantina, kami dituntut untuk lebih berkualitas dalam berkarya, berdisiplin yang tinggi, dan paling utama adalah beretika secara moral dan santun. Bukan hanya saat perlombaan, tetapi di segala aktifitas yang kita lakoni,” lanjut Riska sapaan akrabnya.

Latar belakang Riska pada program studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Bosowa menjadi sebuah berkah. Karena ia mampu aplikasikan ilmu itu dalam berinteraksi dengan peserta lainnya.

“Ketika kompetisi berlangsung, saya bisa mempelajari karakter-karakter teman yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, sehingga saya bisa melihat karakter tersebut dari sisi psikologi. Misalnya ada salah satu peserta yang kurang berbaur karena dari tingkahnya, ia hanya malu saja. Lalu saya menyapanya dan mengajak berkenalan. Kemudian teman tersebut, saya kenalkan dengan teman peserta lainnya. Alhamdulillah ia bisa berbaur dan mengikuti kompetisi dengan senang dan enjoy,” pungkas Riska dengan rona wajah yang berbinar**(RM)

Comment