Batam Memanas, Warga Adat Pulau Rempang Tak Ingin Diusir Investor China

Aksi protes warga Rempang

BATAM, dailymakassar.id – Batam memanas. Aliansi laskar pembela marwah Melayu melakukan demonstrasi terkait konflik pengembangan Kawasan Rempang di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Senin (11/9/2023).

Diketahui, Kawasan Rempang akan menjadi lokasi pabrik kaca dan pasir silika dan kuarsa milik perusahaan China Xinyi Group yang telah menandatangani nota kesepakatan bersama PT Makmur Elok Graha pada Juli 2023 lalu dengan nilai investasi sekitar 175 triliun.

Warga adat pulau Rempang yang telah tinggal turun temurun kemudian menolak direlokasi dan kompensasi.

Kabarnya mereka menolak pulau Rempang diambil seluruhnya oleh investor pengembang proyek Rempang Eco-City.

Warga pun melakukan aksi penolakan bersama Aliansi laskar pembela marwah Melayu hingga kondisi memanas, Senin 11 September 2023. Aksi unjuk rasa ini mengakibatkan enam orang terluka. 

Sebagai informasi, terkait persoalan Rempang ini, video Luhut yang menyatakan akan buldozer yang halangi investasi, trending topik ditwitter, Senin (11/9/2023) malam. (ip)

Comment