Akan tetapi, rating tinggi Anies Baswedan tersebut sepertinya tak berguna saat ini, setelah sejumlah partai pendukungnya menarik dukungan. Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang semula mengumumkan Anies sebagai cagub untuk Pilkada DKI Jakarta, bergantian menarik dukungan untuk pejawat itu. Satu-satunya faksi politik yang belum bersikap adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
PKB, PKS, dan Partai Nasdem adalah tiga partai utama pengusungan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024 lalu. Sementara Rano Karno adalah kader PDI Perjuangan, yang pernah menjabat sejumlah gubernur di Provinsi Banten.
Pemeran Si Doel Anak Sekolahan dalam layar kaca itu, terakhir kali menjabat kepala daerah sebagai gubernur Banten 2015-2017. Dan saat ini, politikus kelahiran 1960-an itu, masih menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari fraksi PDI Perjuangan.
Hasto melanjutkan, pengusungan Anies Baswedan dan Rano Karno oleh masyarakat untuk Pilkada DKI Jakarta 2024 tersebut patut untuk didengarkan. Namun begitu, kata Hasto, PDI Perjuangan belum akan memutuskan.
“Kita terus melihat, dan mencermati suara dan pergerakan rakyat arus bawah ini, serta melihat suasana kebatinan ini. Dan kami sebagai partai, tentunya punya disiplin sehingga kami akan menunggu keputusan dari ketua umum,” begitu ujar Hasto.
Akan tetapi, meskipun PDI Perjuangan mengambil keputusan sesuai aspirasi masyarakat tersebut, partai Banteng Moncong Putih tersebut tetap tak dapat melajukan usungannya tanpa adanya koalisi dengan partai lain. (dv/daily)





















