Yudhiawan juga mengakui bahwa kualitas uang palsu yang diproduksi di gedung perpustakaan UIN Alauddin Makassar tersebut hampir sempurna. Uang palsu itu memiliki tanda air saat diuji menggunakan sinar ultraviolet.
“Memang hampir sempurna, hampir sempurna. Kemarin habis press rilis juga, dipakai ultraviolet itu ada tanda air. Itu yang bagi masyarakat yang awam mungkin, wah, ini beneran padahal sebenarnya itu uang palsu,” jelasnya.
Pengakuan Irjen Yudhiawan ini meluruskan pernyataan sebelumnya yang meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan peredaran uang palsu sindikat UIN Alauddin pada konferensi pers di Mapolres Gowa, Kamis (19/12) lalu. Saat itu Yudhiawan menyebut pihaknya telah menarik seluruh uang palsu yang beredar dari sindikat UIN Alauddin.
“Kami sampaikan kepada masyarakat sekitar Gowa, tidak usah khawatir, karena dari hasil pemeriksaan, uang yang sudah beredar pun kita tarik semua,” kata Yudhiawan saat itu.
“Jadi tempat-tempat tertentu dari para tersangka ini mengedarkan, sudah kita tarik. Jadi tidak usah panik, tidak usah ragu-ragu,” tegasnya.





















Comment