“Kolaborasi bersama Muslimat NU adalah keniscayaan, agar langkah pembangunan di Makassar menjadi harmoni yang indah, menyelaraskan kemajuan fisik dengan kemuliaan insan,” urai Appi, sapaan akrab Wali Kota Makassar.
Sementara itu Ketua DMI Kota Makassar mengingatkan bahwa Maulid bukan sekadar seremonial, melainkan ruang batin untuk meneladani akhlak nabi.
“Momen ini adalah panggilan hati. Rasulullah hadir sebagai cermin, agar setiap langkah hidup kita terarah pada kebaikan,” beber Muh Yunus.
Ia pun menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan di tengah derasnya arus kehidupan kota.
Peringatan ini kian hidup dengan tausiah penuh makna dari Dr. KH. Kaswad Sartono, M.A., yang menembus relung hati para jamaah.
Doa bersama dipimpin Prof. Dr. Hamzah Harun menutup acara dengan khidmat, memohon limpahan berkah bagi Makassar.
Lebih dari sekadar perayaan, Maulid Muslimat NU Makassar tahun ini menjadi ruang silaturahmi yang mempersatukan.
Di sana, pemerintah dan umat berikhtiar seiring sejalan, menjaga harmoni, dan menjadikan akhlak nabi sebagai kompas menuju masyarakat yang religius, inklusif, dan berkemajuan**(tbr)






















Comment