Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain.
“Pesantren perlu terbuka bekerja sama dengan siapa pun, seperti yang dilakukan Ponpes DDI Galesong Baru,” katanya.
Sementara itu, pimpinan Ponpes DDI Galbar, Ahmad Taslim Matammeng, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari semangat pesantren yang tumbuh di lingkungan majemuk.
“Santri kami sudah terbiasa menjalani nilai-nilai moderasi. Barongsai juga kini menjadi olahraga prestasi, dan kami ingin santri ikut berkiprah di sana,” jelasnya.
Para santri yang tampil telah berlatih selama dua bulan bersama atlet profesional FOBI Makassar. Beberapa di antaranya bahkan mulai tertarik menjadi atlet barongsai.
Sebagai bentuk dukungan, acara ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FOBI Makassar dan Ponpes DDI Galesong Baru.
Kesepakatan ini menjadi langkah awal pembinaan atlet barongsai dari kalangan santri, membuka ruang bagi mereka untuk berprestasi sekaligus merajut harmoni dalam keberagaman**(tbr)






















Comment