
Di organisasi pers, kartu anggota bukan sekadar identitas. Ia adalah simbol hak, suara, dan kehormatan profesi.
Ketika akses terhadap hak itu dianggap dapat dikendalikan oleh pihak tertentu, maka muncul pertanyaan yang lebih besar, apakah suara anggota benar-benar merdeka?
Belum lagi soal persyaratan administratif yang disebut-sebut memberatkan peserta konferensi dan dinilai tidak diatur secara tegas dalam AD/ART PWI.
Sejumlah anggota mulai mempertanyakan apakah aturan dibuat untuk menjaga kualitas organisasi, atau justru menjadi alat menyaring siapa yang boleh ikut dan siapa yang harus tersingkir.
Demokrasi memang membutuhkan aturan. Tetapi aturan yang baik lahir untuk memberi kepastian, bukan menciptakan kecurigaan.
Ironisnya, semua ini terjadi di rumah besar organisasi wartawan, profesi yang selama ini berdiri paling depan mengkritik ketidaknetralan, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Publik tentu berhak bertanya, jika organisasi pers sendiri mulai dipenuhi prasangka tentang independensi prosesnya, lalu bagaimana masyarakat bisa tetap percaya pada suara moral yang selama ini disuarakan insan pers?
PWI Sulsel seharusnya memahami satu hal penting, legitimasi kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menang, tetapi oleh seberapa bersih proses kemenangan itu dijalankan.
Karena itu, konferensi ini membutuhkan lebih dari sekadar pemilihan ketua. Ia membutuhkan keberanian moral untuk menjaga muruah organisasi.
Jika ada panitia yang berada terlalu dekat dengan kepentingan kandidat, mundur sementara justru menjadi sikap paling terhormat.
Jika ada aturan yang dipersoalkan, buka secara transparan kepada seluruh anggota. Jika ada hak pilih yang tersendat, selesaikan secara terbuka dan adil.
Sebab organisasi wartawan tidak boleh hanya pandai berbicara tentang demokrasi di luar, tetapi gagap menjalankannya di dalam rumah sendiri.
Kini insan pers Sulawesi Selatan sedang menunggu jawaban paling penting, apakah Konferensi PWI Sulsel akan dikenang sebagai pesta demokrasi yang bermartabat?
Atau, menjadi catatan getir ketika netralitas perlahan tumbang di tangan mereka yang mesti menjaganya?**(RM)






















Comment