Kunjungan Anies Jadi Momentum Konsolidasi Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan

Pesan Anies: Jangan Hanya Bicara Politik

Di tengah ambisi politik menuju 2029, pesan Anies di Makassar justru lebih banyak diarahkan pada kerja sosial.

Ia mengingatkan agar Gerakan Rakyat tidak hanya menjadi kendaraan politik, tetapi tetap menjadi wadah masyarakat untuk melakukan kegiatan yang memberi manfaat langsung.

Anies juga menilai masyarakat Sulawesi Selatan memiliki karakter yang tangguh dan memiliki semangat perubahan.

“Saya melihat masyarakat Sulawesi Selatan itu tangguh dan ingin melakukan perubahan,” katanya.

Ia berharap semangat tersebut dapat difasilitasi melalui Gerakan Rakyat sehingga organisasi tersebut mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pesan itu kemudian diteruskan Asri kepada jajaran pengurus dan simpatisan.

“Pesan khusus dari Pak Anies yaitu rangkul sebanyak mungkin, jangkau seluas mungkin, dan tetap rukun. Ikhtiar untuk merubah bangsa ini harus melibatkan banyak orang. Tidak ada yang sempurna di antara kita, jadi harus saling menyempurnakan,” ujar Asri.

Dengan demikian, konsolidasi Gerakan Rakyat di Sulsel tidak hanya diarahkan pada pembentukan struktur partai, tetapi juga pada upaya mempertahankan jaringan sosial yang telah terbentuk sejak Pilpres 2024.

Momentum Politik Sulsel

Kunjungan Anies berlangsung ketika Sulawesi Selatan juga tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah pusat.

Pada Selasa (15/9/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memimpin rapat koordinasi persiapan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Sulsel yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Salah satu agenda yang disiapkan adalah peresmian Program Sekolah Rakyat.

Situasi tersebut membuat dinamika politik dan pemerintahan di Sulsel berlangsung hampir bersamaan. Di satu sisi, pemerintah daerah mempersiapkan agenda kunjungan kepala negara dan program pemerintah pusat. Di sisi lain, jaringan politik yang berakar dari Pilpres 2024 mulai mengonsolidasikan diri menghadapi tahapan politik berikutnya.

Dalam konteks itu, kehadiran Anies di Makassar menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi.

Bagi Gerakan Rakyat dan PGR Sulsel, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyegarkan kembali jaringan relawan, memperkuat struktur organisasi, dan menyampaikan pesan tentang arah perjuangan politik menuju 2029.

Namun, sebagaimana ditegaskan pengurus PGR Sulsel, keputusan formal mengenai pencalonan presiden tetap akan ditempuh melalui mekanisme resmi partai setelah proses legalitas dan konsolidasi organisasi selesai.

Sementara bagi Anies, pesan yang disampaikan di Makassar lebih luas, bahwa gerakan perubahan tidak cukup hanya dibangun melalui kontestasi elektoral, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Jangkau semuanya,” pesan Anies.

Di tengah persiapan menuju Pemilu 2029, kalimat itu kini menjadi salah satu pesan yang dibawa kembali oleh jaringan Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan**(at/rm)

Comment