Profil Ganjar Pranowo: Pemimpin yang Dinilai Merakyat

Ganjar Pranowo

Dinamika politik jelang Pilpres 2024 semakin bergeliat. Berbagai langkah untuk mengatur strategi pemenangan mulai dilancarkan baik oleh parpol maupun tokoh yang digadang gadang menjadi Bacapres. Dari berbagai survei yang dirilis ke publik, setidaknya ada 3 tokoh yang merajai berbagai jajak pendapat. Mereka adalah Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Sebagai bentuk literasi politik ke publik, media Daily Makassar mencoba merangkum profil para kandidat Bacapres yang disarikan dari berbagai sumber. Untuk kesempatan ini kami tampilkan profil Bacapres Ganjar Pranowo”. (Redaksi dan Pusat Data dan Analisa)

Profil Ganjar Pranowo: Pemimpin yang Dinilai Merakyat

JAKARTA, dailymakassar.id – BARANGKALI publik jarang mengetahui bila tokoh ini sempat melakoni karir pengacara dan konsultan. Yang kita tahu dia adalah politisi yang namanya terbilang mencorong dan mempunyai magnet yang kuat bagi masyarakat Indonesia. Ini tercermin dari berbagai survei capres yang menempatkan namanya dalam 3 besar tertinggi dalam hal elektabilitas.

Namanya Ganjar Pranowo. Tokoh kelahiran Karang Anyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 ini adalah anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan Parmuji Pramudi Wiryo dan Suparmi.

Ayahnya adalah seorang polisi yang sangat disiplin sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang selalu menanamkan norma-norma kehidupan kepada anak-anaknya. Ganjar mengikuti sikap disiplin ayahnya dan berbudi luhur yang diajarkan ibunya. Mereka hidup dalam lingkungan yang bisa dibilang cukup sederhana.

Ganjar menghabiskan masa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Jawa Tengah, yaitu di SD dan SMP Kutoarjo. Setelah lulus SMP, Ganjar melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMA BOPKRI, Yogyakarta. Lulus SMA, Ganjar  melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Kariernya beragam. Dia sempat membuka kantor hukum sendiri dan juga sebagai konsultan SDM di PT Prastawana Karya Samitra. Sementara karier politiknya, dia bergabung dengan  PDI Perjuangan. Dia terpilih menjadi anggota DPR 2009-2014. Di gedung Senayan, dia aktif di Komisi II yang membidangi persoalan hukum. Dia juga termasuk salah satu panitia hak angket kasus Bank Century.

Ganjar kemudian terjun ke dunia politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan. Ia pun terpilih sebagai anggota DPR

Di tengah masa aktifnya sebagai anggota DPR RI, Ganjar bertarung dalam Pilgub Jawa Tengah 2013. Ia berpasangan dengan Heru Sudjatmoko yang diusung oleh PDIP dan mengalahkan patahana Bibit Waluyo. Dalam usia yang tergolong muda yakni 45 tahun, ia resmi terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah periode 2013 hingga 2018.

Kiprahnya menjadi gubernur mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya sebagai Kepala Daerah Inovatif 2014 untuk kategori layanan publik pada tahun 2014 dan anugerah Tokoh Media Radio dari Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia Jawa Tengah.

Pada Pilgub Jateng 2018 lalu, Ganjar kembali maju. Ia berpasangan dengan Gus Yasin dari Partai Persatuan Pembangunan. Ganjar yakin dengan sejumlah prestasi dan popularitasnya akan memenangi pesta demokrasi rakyat Jawa Tengah ini. Dan hal itu memang benar. Dia berhasil kembali terpilih untuk kedua kalinya.

Satu hal menonjol dari sosok Ganjar adalah kemampuannya membangun komunikasi yang cemerlang kepada rakyat. Itulah mengapa dia kerap dinilai sebagai sosok pemimpin yang merakyat. Dia juga sangat aktif dalam jagat maya untuk berinteraksi dengan warganet. Ini pula yang melambungkan namanya sebagai salah seorang tokoh pemimpin masa depan.

Namun yang banyak dikritik dari dirinya adalah istilah petugas partai yang kerap dilontarkan Ketum PDIP Megawati, sehingga dia dinilai tidak mampu independen dalam pengambilan keputusan jika terpilih sebagai presiden di Pilpres 2024 mendatang. Namun kritikan ini bukan hanya dialamatkan padanya. Presiden Jokowi pun dilabeli dengan sebutan itu. Tapi Presiden Jokowi dinilai bisa tetap mampu bersikap dan independen.

Jelang Pilpres 2024, Ganjar Pranowo telah resmi diusung PDIP sebagai Capres. Sebuah pilihan yang dinilai tepat mengingat sosoknya memang punya elektabilitas tinggi. Ada satu kalimatnya yang cukup bermakna dalam jagat politik Indonesia yang banyak ditatap pesimis oleh kalangan terpelajar. Dia pernah berucap: “Kalau seluruh orang baik masuk parpol, ini akan lebih baik”. (Tim)

Comment