
MAKASSAR — Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid (NH) yang mengklaim bahwa partai Golkar telah mengarahkan dukungannya ke Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) pada Pilgub Sulsel mendatang sedikit banyak membuat gerah beberapa petinggi partai beringin rindang lainnya.
Salah satunya adalah Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strtategis DPP Golkar Erwin Aksa yang dengan tegas membantah adanya arah dukungan partai ke ASS-Fatma.
Erwin Aksa menyatakan jika saat ini partai besutan Airlangga Hartarto itu belum mengeluarkan keputusan arah dukungan di Sulsel.
“Belum ada sikap resmi dari DPP Golkar untuk Pilgub Sulsel,” kata Erwin Aksa, dikutip, Senin, 5 Agustus 2024.
Menurut Erwin Aksa, saat ini Golkar masih fokus kepada empat kader yang telah mendapatkan surat tugas maju di Pilgub Sulsel 2024.
Keempat kader tersebut yakni Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe, Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Diketahui, Partai Golkar memiliki di DPRD Sulsel memiliki 14 kursi atau sisa mencari 3 kursi untuk mencukupkan syarat mengusung calon di Pilgub Sulsel 2024.
Sementara itu, pengamat politik komunikasi dari Unhas Dr.Hasrullah mengatakan, Partai Golkar punya pengalaman dalam sistem politik termasuk menentukan arahnya dukungannya untuk mengusung jagoan jelang Pilgub Sulsel 2024.
Bahkan, partai beringin rindang itu dianggap sangat matang dan dinamis. Konstalasi politik jelang kontestasi yang dihelat pada 27 Nopember mendatang, partai Golkar adalah paraih kedua setelah NasDem hasil Pileg 2024 lalu, tentu memiliki sikap politik menentukan pilihannya.
“Golkar itu sangat matang. Apalagi kita tahu di sulsel pernah lumbung suara golkar dimasanya. Golkar itu sangat pandai nemainkan diksi perpolitikan,”ujar Hasrullah.
Lebih jauh Hasrullah melihat dinamisnya Pilgub saat ini membuat Golkar tentu sangat mempertimbangkan tokoh yang mumpuni seperti Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Indah Putri Indriani, dan Adnan Purichta Ichsan termasuk Taufan Pawe.
“Saya melihat Golkar akan memberikan kejutan atau surprise jelang pendaftaran kontestasi Pilgub,” ujarnya.
Kejutan ini, bisa saja mengarahkan dukungannya ke DP atau membentuk poros baru. Karena politik memang demikian dinamis. “Dan yang paling utama, kader potensial Golkar pastilah masih diprioritaskan,” pungkasnya. (dv/daily)





















