Sambut Hari Santri 2026, Kemenag dan Baznas Makassar Siap Gelar Liga Santri hingga Bakti Sosial

Sambut Hari Santri 2026, Kemenag dan Baznas Makassar Siap Gelar Liga Santri hingga Bakti Sosial

Dailymakassar.id—Makassar. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar sepakat menjalin sinergi untuk menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Kesepakatan tersebut lahir dalam pertemuan silaturahmi kedua instansi yang berlangsung di Kota Makassar pada Rabu (07/10/2026).

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk koordinasikan sumber daya dari kedua belah pihak guna mematangkan rangkaian kegiatan menjelang puncak hari peringatan pada Kamis mendatang (22/10/2026).

Mewakili Kepala Kantor Kemenag Makassar, Hasan Pinang menegaskan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini didasari oleh filosofi rasa syukur atas karunia Allah SWT, sekaligus bentuk apresiasi mendalam bagi para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Setelah terbitnya panduan Peringatan Hari Santri Nasional oleh Menteri Agama, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, keluarga besar pondok pesantren berkomitmen penuh untuk menyukseskan Hari Santri 2026 ini,” ujar Hasan Pinang.

Hasan melanjutkan, sejumlah rangkaian kegiatan menarik telah dipersiapkan lewat kolaborasi dengan berbagai forum santri, seperti FKPP, FSN, FKDT, dan FKTPQ.

Rangkaian acara tersebut meliputi Liga Santri yang akan bergulir pada 10–15 Oktober, Lomba hadroh, lomba pidato, istigatsah, dan akan diakhiri dengan upacara Hari Santri sebagai puncak acara.

Rencana tersebut disambut hangat oleh Ketua Baznas Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian. Didampingi Komisioner H. Ahyar M. Nur, Usman menyatakan kesiapan Baznas untuk memberikan dukungan penuh demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia juga mengimbau panitia agar memantapkan seluruh persiapan secara detail.

“Kami sepakat bahwa perayaan tahun ini tidak boleh berhenti pada tataran seremonial saja. Harus diwujudkan melalui program kerja sama nyata yang menunjukkan sinergi Kemenag dan Baznas dalam melayani masyarakat serta memberdayakan santri,” tegas Usman.

Lebih lanjut, pimpinan Baznas Makassar menekankan pentingnya memaknai kata ‘semarak’ melalui kontribusi sosial yang nyata.

Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar refleksi sejarah, melainkan momen strategis untuk memposisikan santri sebagai penggerak pembangunan ekonomi umat dan penjaga keutuhan bangsa.

Peringatan HSN tahun ini mengacu pada tema nasional yang diluncurkan Kemenag RI, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Sementara itu, dalam panduan pelaksanaan yang diterbitkan oleh Menteri Agama, sub-tema yang diangkat secara sentral adalah “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Bangsa”. (tbr)

Comment