Penyerahan Secara Simbolis Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Amaliah Ramadan Lazisnu Makassar

Penyerahan secara simbolis seluruh zakat, infaq, shadaqah dan amaliah ramadan tersebut diserahkan langsung oleh Rais Syuriah PCNU Kota Makassar Syekh Anregurutta Baharuddin HS kepada perwakilan bentor, ojek online, warga masyarakat serta beberapa perwakilan MWC NU Kecamatan

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Di akhir Ramadan 1443 H tahun ini, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kota Makassar menyalurkan (mendistribusikan) seluruh zakat, infaq, shadaqah, fidyah dan bantuan amaliah ramadan yang direrima dari para muzakki dan para dermawan selama bulan ramadan.

Penyerahan secara simbolis seluruh zakat, infaq, shadaqah dan amaliah ramadan tersebut diserahkan langsung oleh Rais Syuriah PCNU Kota Makassar Syekh Anregurutta Baharuddin HS kepada perwakilan bentor, ojek online, warga masyarakat serta beberapa perwakilan MWC NU Kecamatan.

Penyerahan secara simbolis tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat PCNU Kota Makassar Jalan Darul Ma’arif Nomor 26 Makassar, Sabtu (30/4).

Ketua LAZISNU Kota Makassar dalam laporannya menyampaikan bahwa Zakat fitrah, infaq dan shadaqah yang terkumpul ini berasal dari pengurus Nahdlatul Ulama dan masyarakat khususnya warga sekitar Darul Ma’arif.

Sedangkan bantuan amaliah ramadan berupa sembako ramadan dari Bank Mega Syariah, alat shalat dari Badan Pengelolah Keuangan Haji (BKPH) RI, paket lebaran dari JNE Makassar.

Ada juga bantuan beras berasal dari Penasehat LPNU Kota Makassar yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Imam Fauzan AU, paket sembako dari Rahman Pina anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Penasehat LPBI NU Kota Makassar, mushaf Al-Qur’an dari al Hidayat Syamsu Anggota DPRD Kota Makassar dan Penasehat LKNU Kota Makassar.

Syekh Anregurutta Baharuddin, HS dalam taushiyah singkatnya memberikan nasehat bahwa amil zakat itu adalah tugas mulia maka jaga dengan baik kepercayaan para muzakki dan para dermawan yang telah mempercayakan zakat, infaq dan shadaqahnya. Serta dalam pengelolaannya dari proses penerimaan hingga penyaluraannya harus sesuai tuntunan syariat, khususnya memberikan kepada yang berhak menerimanya, ujar AGH Baharuddin HS yang juga merupakan salah satu Mustasyar PBNU di era kepemimpinan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU sekarang ini**(Tbr)

Comment