
Dailymakassar.id – Makassar – Guna menjaga kebersihan dan Kenyamanan Masyarakat Kota Makassar yang berkunjung di Pantai Losari, Satgas Pattasaki Kecamatan Ujung Pandang giat melakukan pembersihan Anjungan Pantai Losari setiap hari.
Hal itu diutarakan Camat Ujung Pandang, Andi Zulkifly Nanda. Menurut Zulkifly, pembersihan ini akan dilakukan setiap harinya karena sampah-sampah ini merupakan sampah kiriman (bukan sepenuhnya dari pengunjung).
“Iye, kami akan melakukan pembersihan dua kali sehari di bibir Anjungan Pantai, karena ini sebenarnya sampah dari pulau, sungai-sungai dan muara-muara, yang pada saat surut, semuanya (sampah) masuk ke sini (bibir anjungan),” terang Zulkifly.
Di hadapan smartcitymakassar.com, Zulkifly mengakui, dalam usahanya untuk membersihkan lokasi yang setiap sorenya selalu ramai, ini terbilang kurang optimal.
Dirinya beralasan, jika kurangnya perahu pengangkut sampah yang membuat Camat Ujung Pandang itu kewalahan dalam penanganan sampah di sepanjang bibir Pantai Losari.
“Jadi, untuk itu, kami di Kecamatan sudah melaporkan ini ke pak Pj Wali Kota Makassar, dan telah direspon, sebenarnya perahunya sudah ada di Perikanan, beliau (Pj Wali Kota) memerintahkan untuk membuat suratnya secepatnya,” jelas Zulkify.
“Dan selain tadi itu (perahu), kita juga mengajukan pemasangan jalah di bawah masjid terapung, dan alhamdulillah Dinas PU yang akan memang jala’ itu, ini agar bisa memudahkan Satgas mengangukut sampah,” tambahnya.
Beralih ke pembangunan “Tower Listrik”, di Pulau Lae-Lae, Zulkifly menjelaskan jika lokasi dalam pembangun “Tower Listrik” sudah memiliki lokasi dan ini akan menerangi pulau tersebut.
“Kemarin (selasa,25/2/2020), saya sudah berkunjung ke sana (Pulau Lae-Lae), dan alhamdulillah, masyarakat di sana sangat mendukung adanya pembangunan ini,” ujar Zulkifly.
“Kan di sana akan dibangun 2 Tower, yang pertama di Pulau Lae-Lae yang sudah memiliki titik lokasi, dan Tower kedua ini di CPI, kan ini (CPI) yang paling dekat dengan Pulau itu, jadi pak Lurah yang nanti komunikasi dengan pihak CPI, dimana lokasi pembangunannya nanti,” tegas Zulkifly.
Sekedar diketahui, Pulau Lae-Lae yang masih wilayah Kota Makassar, hingga saat ini masih menggunakan “genset” untuk pencahayaan listrik.(As)






















Comment