by

Opsi Garuda Ditutup Mengemuka, Ini Reaksi Ketum FSP BUMN Bersatu

Garuda Indonesia (int)

Nama mentereng Maskapai Garuda Indonesia diuji berat. Merugi USD 2,44 miliar memunculkan opsi pailit. Bagaimana nasib karyawannya?

Dailymakassar.id – JAKARTA. Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GIAA) yang merugi USD 2,44 miliar. Tindakan tersebut dilakukan bila proses restrukturisasi utang dengan kreditur menemui jalan buntu. Menurut Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, negosiasi restrukturisasi utang GIAA dilakukan dengan seluruh lender, lessor pesawat, hingga pemegang sukuk global. Negosiasi moratorium utang dan restrukturisasi kredit dilakukan tiga konsultan yang ditunjuk Kementerian Negara BUMN. “Kalau mentok ya kita tutup, tidak mungkin kita berikan penyertaan modal negara karena nilai utangnya terlalu besar,” kata Kartika.

Untuk mengantisipasi jika opsi penutupan Garuda dilakukan, Kementerian BUMN telah menyiapkan transformasi maskapai Pelita Air dari air charter sebagai maskapai full service domestik.

BACA JUGA  Ada Sanksi bagi ASN yang Melanggar Aturan Cuti Nataru, Kecuali..

Menanggapi hal ini, politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan begitulah kalau Menteri tak punya rasa nasionalisme.

“Ini dia kalau Menteri BUMN tdk punya rasa nasionalis & tdk tahu Garuda sbg Flag Carrier. dan punya Sejarah Besar bagi kemerdekaan Indonesia , kalu Sukarno msh hidup pasti ditempeleng itu menteri,” kata Arief Poyuono di akun Twitternya, Rabu (20/10/2021).

Arief Poyuono yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu mengatakan, perbedaan Garuda Indonesia dengan Pelita Air dari segi aset yang dikelola dua BUMN.

“Beda ngurus grup perusahan yg aset cuma dibawah 1 T dengan ngurus BUMN yg asetnya ribuan trilyun.. lah ini pilotnya BUMN jam terbangnya belum memenuhi syarat dipake kangmas @jokowi. Mana ada CEO nya Temasek kacang kacangan.. kayak Super CEO nya BUMN Indonesia..,” tulisnya. (Ip)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *