Singgung ‘Food Estate’, Ekonom Senior: Ini Ugal-ugalan, untuk Hasilkan Singkong Anggarannya Triliunan

Faisal Basri (ist)

Dailymakassar.id – JAKARTA. Program Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) food estate atau perkebunan pangan di beberapa daerah merupakan program yang diharapkan bisa menjaga ketahanan pangan Nasional. Adapun komoditi yang ditanam dalam program food estate ini selain padi, juga singkong. 

Ekonom senior Faisal Basri menyoroti hal ini. Ia menilai proyek food estate ini hanya untuk membuang anggaran negara.

Food Estate waduh ini ugal-ugalan, kata Tempo. Ugal-ugalan bener. Jadi untuk menghasilkan singkong, uangnya triliunan, kan goblok. Dan singkong itu bisa ditanam oleh rakyat di manapun. Tidak membutuhkan tanah yang subur,” ujar Faisal Basri dalam sebuah diskusi yang dikutip FIN dari kanal YouTube FNN TV, Minggu (24/10/2021).

Selain itu, pemerintah klaim singkong yang akan ditanam akan diolah menjadi mie instan. Kemudian dijual dengan harga yang berbeda di pasaran.

“Dibangga-banggakan untuk hasilkan mie instan. Satu bungkus Mie Instan Rp9000, nggak ada yang beli rakyat. Wong Indomie cuma Rp3000,” ucap Faisal Basri.

Bahkan lebih parah lagi menurut Faisal Basri Kementerian Pertahanan yang dipercayai jadi komandan food estate singkong ini.

“Dan yang jadi komandannya bukan Menteri Pertanian, tapi Menteri Pertahanan. Ini udah salah, kacau luar biasa. Akhirnya dimobilisasi tentara aktif. Kan udah nggak benar nih negara kayak begini,” tegas Faisal Basri.

“Jadi yang dirusak Jokowi adalah Institusi, pondasi, ini yang bahaya” katanya. (Ip)

Comment