Mengenal Hipertensi dan Makanan yang Perlu Dihindari

mengukur tekanan darah (ilustrasi)

Dailymakassari.id – MAKASSAR. Mencegah lebih baik baik dari mengobati. Pesan bijak ini sangat tepat. Kesehatan adalah segalanya. Salah satu penyakit yang banyak ditemui di Indonesia adalah hipertensi.

Penyebab hipertensi salah satunya berasal dari mengonsumsi makanan tertentu yang memengaruhi tekanan darah.

Sebagai informasi, hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah berada di atas kisaran normal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seseorang dikatakan hipertensi apabila hasil pemeriksaan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg, dan diastolik lebih dari 90 mmHg.

Angka pertama (sistolik) menunjukkan tekanan pembuluh darah ketika jantung berdetak. Sedangkan angka kedua (diastolik) mewakili tekanan pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.

Melansir Cleveland Clinic, untuk menurunkan hipertensi, penderita dianjurkan untuk makan makanan rendah lemak, rendah garam dan natrium, serta rendah kalori.

Pastikan juga makanan yang dikonsumsi minim minyak, mentega, margarin, aneka saus, dan tidak digoreng.

Berikut beberapa deretan makanan pantangan penderita hipertensi yang sebaiknya dihindari:

Makanan Bergaram Tinggi, Natrium dan Sodium pada Penyedap Makanan

Melansir Healthline, garam dan sejenisnya tersebut bisa meningkatkan tekanan darah karena memengaruhi keseimbangan cairan dalam darah.

Untuk itu, penderita hipertensi disarankan agar benar-benar membatasi asupan garam, natrium, atau sodium setiap hari.

Daging Olahan dan Penyedap Rasa

Namun, daging olahan tersebut umumnya tinggi natrium atau sodium. Bahan tersebut ditambahkan sebagai bumbu penambah cita rasa, sekaligus pengawet.

Sebagai gambaran, berdasarkan data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu potong hot dog atau sosis kandungan natrium atau sodiumnya bisa mencapai 567 miligram.

Apabila makanan tersebut ditambah asupan tinggi garam lain seperti roti, keju, saus; maka kadar natriumnya satu porsi saja bisa mencapai ambang batas aman harian.

Acar dan Asinan

Namun, jangan keliru, makanan ini jamak diawetkan dengan banyak garam agar tidak gampang busuk dan tahan lama.

Kendati semakin nikmat, tapi semakin lama acar dan asinan diawetkan, semakin banyak natrium yang terserap ke dalam makanan tersebut.

Sebagai gambaran, satu acar mentimun kecil, kandungan sodium atau natriumnya bisa mencapai 447 miligram.

Makanan Kaleng

Makanan kalengan biasanya menjadi andalan di rumah karena praktis dan relatif enak di lidah.

Tapi, tahukah Anda jika makanan kalengan termasuk dalam pantangan hipertensi seperti dikutip dari Kompas. Makanan kalengan banyak mengandung natrium atau sodium.

Alih-alih mengonsumi makanan kalengan, coba ganti kebiasaan tidak sehat ini dengan mengonsumsi makanan yang dimasak dengan bahan segar.

Saus dan Penyedap Masakan

Segala jenis saus, penyedap, dan aneka penguat rasa mengandung sodium yang tinggi.

Hindari menambahkan saus, penyedap, dan aneka penguat rasa ke dalam menu makanan penderita hipertensi.

Sebagai gantinya, tambahkan berbagai rempah-rempah untuk menambah cita rasa.

Makanan dengan Kadar Gula Tinggi

Tak hanya garam, makanan tinggi gula seperti boba, dessert box, kue kering, dan aneka hidangan penutup juga termasuk pantangan penderita hipertensi.

Gula dapat meningkatkan tekanan darah secara tidak langsung karena berkontribusi pada penambahan berat badan.

Selain itu, studi pada 2014 menunjukkan, pengidap hipertensi wanita yang diet rendah gula sebesar 2,3 sendok teh, kadar sistoliknya bisa turun 8,4 mmHg dan kadar diastoliknya turun 3,7 mmHg.

Demi menjaga tekanan darah tetap terkontrol, penderita hipertensi disarankan membatasi asupan gula termasuk dalam makanan dan minuman antara 6-9 sendok teh atau 25-36 gram per hari.

Makanan Berlemak Tinggi

Lemak jenuh banyak ditemukan dalam susu dan krim, mentega, daging merah, jeroan, dan kulit ayam. Sedangkan lemak trans banyak terdapat dalam gorengan.

Lemak trans adalah jenis lemak buatan yang meningkatkan umur simpan dan stabilitas makanan kemasan.

Sayangnya, lemak trans bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), dan meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit kronis. Lemak jenuh juga meningkatkan kadar LDL.

Selain menghindari sederet pantangan hipertensi di atas, penderita penyakit darah tinggi juga perlu mengimbanginya dengan rajin olahraga, minimalkan stres, cukup tidur, dan berhenti merokok. (Dm)

Comment