Pertalite 2 Kali Naik Diam-diam, Ini Rencana Tarif Kenaikan Pete-pete di Makassar

Angkot pete-pete di Makassar (int)

Dailymakassar.id – MAKASSAR. Tarif pete-pete di Makassar, Sulawesi Selatan kini menemui titik terang setelah adanya kenaikan tarif. Adapun kenaikan tarif pete-pete akan berlaku bagi masyarakat umum. Sementara bagi anak sekolah SMA sederajat ke bawah akan diturunkan.

Hal ini dampak dari naiknya pertalite dua kali secara diam diam. Padahal sebelumnya Pertalite seharga dengan premium.

Ketua Masyarakat Trasnportasi Indonesia (MTI) Prof Isran Ramli mengatakan, dari hasil kesepakatan segera disampaikan langsung ke Pemkot Makassar.

”Kami sudah koordinasi tadi. Sudah ada draftnya kami buat perwalinya,” kata Prof Isran kepada wartawan, Jumat (19/11/2021). 

Prof Isran menjelaskan, harga BBM pertalite yang sepertinya masih ada harga premium tapi pengawasannya tidak berjalan dengan baik sehingga angkutan kota tidak bisa mendapatkan itu.

Olehnya, dia berharap penyesuaian berdasarkan pada regulasi khususnya kepada teknik menghitung besaran tarif. Apalagi regulasinya sudah ada dari Kementerian Perhubungan.

”Dari sisi organda tentunya ingin sebesar-besarnya tarif disesuaikan. Tapi kami dari sisi masyarakat memohon kepada organda dan juga pemerintah dapat mencermati situasi kemampuan ekonomi masyarakat dewasa ini khususnya pada masa pandemi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin, mengklaim penyesuaian tarif pete-pete  ini menggunakan sistem subsidi silang.

“Subsidi silang tadi di situ yaitu masyarakat umum yang membayar Rp7000 dengan pembulatan Rp6.200 menjadi Rp7000, kemudian anak sekolah dari Rp4.000 kita turunkan menjadi Rp3.000,” katanya kepada wartawan, Jumat, (19/11/2021).

Sebelumnya, kepada wartawan, Kamis (4/11/2021), Zainal Abidin mengatakan, awalnya harga Pertalite telah disamakan dengan harga Premium Rp6.450. Hal itu sejalan dengan program Langit Biru oleh Pertamina atas kebijakan pemerintah pusat. Alasannya, menjaga lingkungan dari polusi udara karena dampak timbal sekaligus upaya promosi Pertamina untuk mendorong masyarakat meninggalkan BBM jenis premium.

Namun belakangan, secara perlahan-lahan Premium mulai langka ditemukan begitupun harga Pertalite diam-diam dinaikkan dengan dalih normalisasi dimulai harga Rp7.250 dan kemudian naik lagi per tanggal 1 November 2021 menjadi Rp7.850 per liter.

Menurut Zainal, pihaknya sempat mempertanyakan kenaikan itu dan untuk promosi satu harga sampai kapan berlangsung, namun tidak mendapat jawaban dari pihak Pertamina setempat.

“Informasi kami terima dari pemilik trasportasi, supir angkot hingga operator harga Pertalite sudah naik Rp7.850 ribu per liter per 1 November,” kata Zainal.

Tidak hanya itu, informasi yang dihimpun dari empat SPBU yang masih menjual BBM jenis Premium di Makassar, untuk mendapatkan bahan bakar itu, butuh waktu lama mengantri, sehingga merugikan waktu bagi para supir angkot. (Ip)

Comment