CEK FAKTA: Ini Soal Rampi yang Viral

Jalan di Rampi Lutra (ist)

MASAMBA. Dailymakassar.id – Rampi, salah satu Kecamatan di Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), beberapa hari ini viral karena ingin pindah ke Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini karena Rampi merasa tak mendapat perhatian terkait akses jalan dari Pemerintah. Permasalahan ini semakin keruh setelah keluar pernyataan dari Gubernur Sulsel.

Terkait permasalahan diatas, dari berbagai sumber, redaksi mencoba merangkumnya.

1. Jalan Rampi adalah kewenangan Pemda Lutra. Hal ini dijelaskan Kabid Humas, Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sulsel, Sultan Rakib, Jumat (13/5/2022).

Rakib juga menjelaskan, pernyataan Gubernur Sulsel itu sebatas candaan dan videonya dipotong.

“Justru pak gubernur siap membantu melalui bantuan keuangan. Karena ini (jalan) bukan tanggung jawab atau kewenangan pemprov tapi ini kabupaten. Tapi bapak gubernur siap bantu melalui bantuan keuangan,” jelasnya.

Dalam arahan Gubernur Sulsel, kata Rakib secara jelas dikatakan bahwa akan segera mengalokasikan anggaran untuk pembukaan lahan di Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara.

“Ya walaupun kewenangan Kabupaten Luwu Utara itu, tapi komitmen gubernur tetap akan membantu. Ini sudah ditegaskan,” katanya.

2. Sementara itu, menurut rilis Pemda Lutra, akses pembukaan jalan ke Kecamatan Rampi telah dikerjakan oleh Dinas PUTRPKP2 secara berkesinambungan mulai dari tahun 2015 sampai tahun 2021.

Plt. Kepala Dinas PUTRKP2 Luwu Utara, Rusydi Rasyid mengatakan total panjang jalan dari Kecamatan Masamba sampai ibu kota Kecamatan Rampi Desa Onondowa sekira 77,84 Km.

“Tahun 2015 pembukaan jalan oleh DPUTRPKP2 dimulai dari atap seng dan sampai tahun 2021 pembukaan jalan sudah sampai di Desa Tedeboe yang merupakan desa paling ujung di Kecamatan Rampi,” kata Rusydi di Masamba, Sabtu (14/5/2022).

BACA JUGA  Pangdam Hasanuddin Resmi Tutup Pertandingan Sepak Bola Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022 di Wilayah Sulsel

3. Puluhan aktivis mahasiswa asal Rampi menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Luwu Utara, Jalan Simpurusiang, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Rabu (18/05/2022).

Mereka mengecam gubernur Sulsel, serta memintanya untuk segera meminta maaf kepada masyarakat Rampi secara terbuka melalui video.

Mereka juga menuntut agar hentikan pembodohan termasuk pembohongan publik tentang pembangunan infrastruktur ruas jalan Masamba-Rampi.

Bukan hanya itu. Pendemo juga menagih janji Pemkab Luwu Utara untuk perbaikan infrastruktur ruas jalan Masamba-Rampi dan memberikan pelayanan maksimal pendidikan serta kesehatan di kecamatan Rampi.

4. Rusdi Masse (Ketua Nasdem Sulsel) dan Putri Dakka (Ketua Nasdem Lutra) mengirim bantuan untuk Rampi 6 unit ekscavator serta buldozer serta 1 unit mobil tangki bahan bakar 5000 liter solar, dan 8 unit dump truck.

Menurut Narasi salah satu tv nasional yang beredar, Kondisi jalan ke kecamatan Rampi selama ini sulit untuk dilalui. Warga harus bayar ojek mahal. Warga yang sakit berjalan puluhan kilometer menuju pusat pelayanan kesehatan. Hal ini yang menggugah partai Nasdem untuk membantu dalam pembuatan ruas jalan Masamba-Rampi.

Sebagai informasi, jika berdasarkan pernyataan Plt. Kepala Dinas PUTRKP2 Luwu Utara, Rusydi Rasyid diatas, panjang jalan dari Masamba-Rampi sekitar 77,84 Km. (ip)

Comment