Beramal Tapi Selalu Pamer, Ini Penjelasannya

Ilustrasi sedekah

Dailymakassar.id – BERAMAL melalui sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Namun persoalan pamer sedekah termasuk yang lagi trend di medsos, sebenarnya terdapat ayat yang memperbolehkan. Berikut terjemahan ayat tersebut.

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekah-(mu) maka itu adalah baik, dan jika kamu menyembunyikannya (sedekah itu) dan kamu berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu; dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahan kamu; dan Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Baqarah [2]: 271).

Namun, pamer sedekah secara terus menerus dan telah menjurus ke ‘Riya’ juga tentunya dilarang.

Dari berbagai sumber yang dihimpun redaksi, ternyata ada beberapa sedekah yang tidak diterima, walaupun sedekahnya sendiri diterima oleh manusia.

Dilansir dari website salah satu lembaga sedekah, berikut jenis sedekah yang tidak diterima Allah SWT karena Riya:

Sedekah yang Diungkit-Ungkit.

Tidak sedikit orang yang sudah bersedekah lalu mengungkit- ungkitnya. Sikap seperti ini dapat menyakiti perasaan penerimanya. 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut- nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian (QS. Al-Baqarah: 264)

Sedekah Karena Riya Atau Ingin Pamer.

Golongan sedekah yang tidak diterima oleh Allah lainnya yaitu apabila didasari dengan perasaan riya atau ingin pamer. Misalnya ketika bersedekah hanya untuk menunjukkan bahwa dirinya punya banyak harta atau sekedar agar mendapatkan perhatian.

“Dan (juga) orang- orang yang menafkahkan harta- harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk- buruknya.” (QS. An-Nisa:38).

Sementara itu dilansir dari website resmi Muhammadiyah, Riya adalah memamerkan amal, ibadah kepada orang lain dengan tujuan mendapat pujian dan menjadi pusat perhatian masyarakat. Dalam Islam perbuatan riya ini dianggap sebagai asy-syirk al-ashgar (syirik kecil) karena mengharap sesuatu dari selain Allah.

Misalnya, seperti memberi infak kepada fakir miskin dengan niat karena Allah dan supaya disebut serta dipuji sebagai dermawan.

Allah tidak suka orang yang riya dan Dia akan membiarkan orang tersebut bersama sekutunya itu. Dalam hadis qudsi berikut Rasulullah saw menyatakan hal tersebut dengan tegas. Rasulullah saw bersabda: Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “Aku Dzat yang paling tidak butuh kepada sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amalan yang di dalamnya itu ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, niscaya Aku tinggalkan ia bersama sekutunya itu”” (HR. Muslim). (ip)

Comment