
MAKASSAR – Dailymakassar.id – Sekretaris I PKK Sulsel Zulfitriany Dwiyanti Mustaka mewakili PKK Sulsel Naoemi Octarina menghadiri Talk Show Stop Kosmetik Bermerkuri Cantik Sehat Tanpa Merkuri yang dilaksanakan di hotel Four Points, Kamis, 11 Agustus 2022.
Kepala Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Hardaningsih mengatakan, jika talk show ini diselenggarakan oleh pusat badan POM tentang kosmetik tanpa merkuri.
Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Indonesia karena disiarkan langsung lewat Instagram dari badan POM melibatkan pelaku usaha, mahasiswa, lintas sektor yang terkait, dan Asosiasi.
“Jadi talk show ini, sebagai pencerahan terkait kosmetik yang menggunakan bahan merkuri dan juga trand-trand dalam menghadapi kosmetik yang menggunakan bahan merkuri tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang kedepannya akan melakukan penertiban. Mentertibkan pelaku usaha yang masih menggunakan bahan merkuri.
Untuk itu, kata Hardaningsih, harus mengubah paradigma ke masyarakat untuk bahwa cantik itu tidak harus putih, cantik itu tidak harus glowing. Tetapi, kulitnya harus sehat, cerah, dan tidak mengandung bahan yang berbahaya. “Dan itu yang harus ditanamkan para ibu-ibu, mahasiswa, dan remaja putri,” tegasnya.
“Jangan lupa untuk ceklik di kemasannya, cek komposisinya, produk kosmetik itu, ada label yang bisa dibaca semua dan lengkap, ada komposisi, nama produk, nama produsen, berat netto, dan ada ijin edarnya, serta ada tanggal kedaluwarsa,” ungkapnya.
Ia pun menjelaskan, untuk mengetahui benar atau tidak ijin edarnya bisa memakai aplikasi BPOM Mobile.
“Kita berharap ke depan adalah menjadi konsumen yang cerdas tidak mudah tergiur dengan iklan-iklan, promosi-promosi, dan tidak mudah terkena hoaks,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris I PKK Sulsel Zulfitriany Dwiyanti Mustaka mengatakan, bahwa jika acara talk show yang dilaksanakan oleh badan POM ini yang sudah mengikutsertakan bersama PKK sejak dua tahun terakhir.
Menurutnya, dengan model talk show hari ini, sangat menarik karena langsung ke pokok permasalahan bagaimana bahaya kosmetik dengan adanya merkuri terhadap kesehatan dan kanker.
“Kami dari tim penggerak PKK banyak mendapatkan gambaran dari IDI dari Polda terkait bahaya bahan racikan ini, dan ini sangat berkolerasi dengan PKK Sulsel karena kami banyak juga membina UMKM-UMKM yang membuat kosmetik itu sendiri,” ujarnya.
Untuk itu, ke depan nanti akan membuat talk show dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota se-Sulsel yang utamanya produsen kosmetik terlebih dahulu guna memberikan edukasi.
Sementara itu, Kepala Seksi Korwas Polda Sulsel AKBP Abdul Latif menyampaikan, bagaimana mengurangi barang-barang ilegal dan bagaimana tidak menggunakan bahan-bahan merkuri yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
“Kami berharap agar dilakukan evaluasi tiap tiga bulan sekali,”singkatnya. [ft]






















Comment