Wow! Anjungan Losari Sudah Bersertifikat, Pemkot Makassar Akan Bangun Jalan Layang

Anjungan Losari

MAKASSAR – Anjungan Pantai Losari akhirnya memiliki sertifikat. Sebelumnya salah satu ikon Kota Makassar yang menjadi rujukan para pelancong untuk mengabadikan momen saat di Kota Daeng ini tidak diketahui kejelasannya.

Hal ini ditandai saat Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang menerima sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) siang tadi, Rabu (19/10/2022), kemarin.

Adapun penyerahan sertifikat dilakukan di Ruang Rapat Wali Kota, Lt 2 Kantor Balai Kota Makassar.

Pada kesempatan itu, Danny Pomanto mengatakan, dengan adanya alas hak ini, pembangunan proyek strategis Pemkot  Makassar siap dilakukan.

“Itu sertifikat Untia dan Pantai Losari, artinya semua yang akan kita lakukan (proyek strategis-red). Sebenarnya tadinya mau dikerja tahun ini tapi ditunda tahun depan lengkap semuanya, alas haknya aman,” jelas Danny Pomanto.

Sebagai informasi, diketahui anjungan Pantai Losari akan direvitalisasi. 

Pemkot Makassar akan membangun Japparate alias jembatan layang di area tersebut.

Pemkot Makassar juga menjadikan kawasan Anjungan Pantai Losari sebagai pusat atraksi.

Pemkot Makassar akan membuat dua kapal pinisi di Anjungan Pantai Losari. Selain kapal pinisi, ikon Makassar tersebut akan dibuatkan  rumah adat Toraja, Tongkonan.

Sementara di Untia, pembangunan sirkuit dan Makassar Cor City Arena (Macca) akan dilalukan di atas lahan yang baru bersertifikat.

“Tidak ada lagi keraguan untuk fisiknya, proyek di Untia ada Macca, sirkuit, japparate (Pantai Losari), dan government center fiks tahun depan,” tegasnya.

Jalan Layang Makassar

Jalan layang Makassar merupakan salah satu program strategis Danny-Fatma

Adapun program ini, Tol layang yang ada di Jl AP Pettarani bakal disambung hingga Pantai Losari.

Tol Layang tersebut akan membentang disepanjang Jl Sultan Alauddin hingga perbatasan Gowa, lalu tembus ke Sungai Jeneberang.

“Sungai Jeneberang dia lurus, terpisah masuk di dekat Trans Studio, ketemu dengan rencana jalan yang ada di CPI,”  jelas Danny Pomanto sekitar bulan Maret 2022 lalu.

“Di atas CPI sambung lagi elevated di atas laut, masuk di pinggir Pelabuhan Soekarno Hatta, MNP dan sambung ke jalan tol yang ada sekarang,” sambung Danny.

Nantinya, jalan tol tersebut berbentuk nomor delapan, tidak ada pembebasan lahan karena ini adalah tol layang. Kemudian jalur-jalur yang dilewati tidak bersinggungan langsung dengan lahan warga. Dibangun di atas jalan yang sudah ada, di atas laut, dan di atas sungai.

Pemkot Makassar bakal menawarkan proyek ini ke investor, skemanya kerjasama sehingga tidak menggunakan APBD dan APBN.

“Kami akan menawarkan ke swasta dan akan kami laporkan ke pusat karena yang penting adalah dia masuk RTRW,” ungkap Danny sambil memproyeksi anggaran pembangunan jalan ini mencapai Rp15 triliun. [ip]

Comment