Viral Video SPBU di Luwu Utara, Ini Kata Pertamina

Dipublikasikan October 29, 2022 5:34 PM oleh Admin

Viral Video SPBU di Luwu Utara, Ini Kata Pertamina (Tangkapan Layar)

LUWU UTARA – Video viral yang memperlihatkan petugas SPBU 7491975 di Bone bone, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), yang mengisi BBM kepada pengendara yang tak mengantre, akhirnya mendapat tanggapan dari Pertamina.

Menurut Pjs Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Taufiq Kurniawan, yang dilansir dari Tribun news, dirinya telah menegur operator dan manajemen SPBU.

Taufiq menjelaskan jika video itu adalah kejadian di SPBU Bone-bone Luwu Utara pada 27 Oktober 2022 pukul 11.00 waktu setempat.

Lebih lanjut Taufiq memastikan jika operator SPBU dan pengendara sekedar teman dan tak ada keadaan yang mendesak.

Meski tak ada aturan khusus soal antrian pengendara BBM, Pertamina mengatakan tidak ada aturan khusus membahas antrean pengisian bahan bakar, namun operator di SPBU Bone-bone telah melanggar norma umum.

Sebagai informasi, Terlihat dari video yang direkam Ali, sejumlah warga komplain saat antri di SPBU Bone-Bone 7491975.

Adapun kejadiannya pada Kamis (27/10/2022), sekitar pukul 10:20 Wita.

“Saya melihat pengawai SPBU mengisi bbm dengan jerigen, bahkan motor-motor besar dengan tangki besar, mungkin tujuannya untuk mau dijual itu juga di isi, bagi saya itu tidak ada masalah, yang masalah bagi saya adalah saya sudah lama-lama dan capek antri berpanas-panasan disitu, kemudian yang di ladeni adalah orang yang baru datang dari depan,” ungkap Ali, yang merekam video, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (28/10/2022) malam.

Bahkan pengawai SPBU sempat berkata ke Ali, untuk di viralkan.

“Bahasa dari pengawai SPBU yang saya kurang suka gitu, pas giliran saya isi bbm dia bilang “sudah di viralkan pak” saya bilang sudah, “biar bapak viralkan sampai ke langitpun saya tidak peduli”. Jadi terserah masyarakat yang menilai, kasian juga masyarakat di situ di rugikan karena mereka harus membeli bensin eceran yang jauh lebih mahal harganya yang sudah di siapkan di Pertamina yang harganya notabene jauh lebih murah,” jelas Ali. [ip]

Comment