Editorial: Poli-Tikus

Dipublikasikan October 21, 2023 11:04 AM oleh Admin

Ilustrasi

EDITORIAL, dailymakassar.id – MUSIM CALON LEGISLATIF (caleg) telah tiba. Banyak dari kita menyebutnya sebagai ‘tahun politik’. Tahun di mana hampir seluruh energi bangsa ini tersedot dalam ranah yang bernama politik dengan tujuan mengejar kekuasaan -walau diperhalus menjadi wakil rakyat.

Tahun politik ini juga bisa dianalogikan sebagai tahun ‘cari muka’ kepada rakyat. Tahun ‘jualan janji’ yang ironisnya juga disertai sogokan, baik dalam bentuk barang maupun uang (money politic) demi memperoleh suara rakyat.

Rakyat pun bergembira karena tahun ini bisa dikatakan masa panen. Realitas yang tak bisa kita pungkiri, bila politik transaksional telah mendarah daging di Republik ini. Rakyat melakukan hal itu karena dia sudah sangat paham dan berpengalaman bila para calon wakilnya ini hanyalah butuh suara mereka sekali dalam lima tahun. Selebihnya, sebuah tembok bakal berdiri menjulang yang memisahkan antara rakyat dengan apa yang dikenal sebagai wakil rakyat.

Sudah menjadi rahasia umum bila kerja para wakil rakyat kita di dewan kebanyakan adalah calo proyek. Setiap pembahasan program pembangunan mengandung unsur ‘keuangan yang maha esa’. Jadi memang wajar bila rakyat kebanyakan mengambil kesempatan untuk memungut remah-remah rezeki dari politik model transaksional semacam ini.

Dan wajar bila rakyat lebih karib menyebut mereka sebagai politikus -bukan politisi. Poli dalam KBBI berarti ‘banyak’ dan Tikus adalah binatang pengerat yang terkenal rakus: makanya simbol binatang untuk menggambarkan koruptor adalah tikus.

Jadi, ‘Poli-Tikus’ menjadi plesetan rakyat bahwa mereka yang nanti bercokol di gedung Dewan Perwakilan Rakyat yang mentereng itu dihuni demikian banyak tikus. Kecuali segelintir wakil rakyat yang masih memegang integritasnya. Tapi sosok semacam ini sudah semakin langka dan semoga tidak punah. [Redaksi]

Comment