
MAKASSAR – Salah satu program prioritas pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah pembangunan rest area di beberapa kabupaten. Selain itu ada juga pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional di 6 Kab/Kota di Sulsel.
Adapun pembangunan rest area di Jeneponto yang untuk tahun 2022 senilai Rp.1 milliar dari total Rp.10 milliar belum lelang.
Sementara anggaran Alkes RS Bone Rp.47 milliar terancam dicoret. Diketahui total anggaran RS Regional Bone senilai Rp.110 milliar.
Hal ini pun dipertanyakan oleh pihak DPRD Sulsel.
Pembangunan RS Bone Harus Sama Ngototnya dengan Rest Area Jeneponto.
Dilansir dari herald, Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2018-2023, program rest area sedikitnya yang akan dibangun yaitu, di 10 titik kabupaten yang ada di Sulsel.
Salah satunya yang ada di kabupaten Jeneponto. Namun kelihatannya, rest area di Jeneponto itu sampai saat ini belum juga bisa dimanfaatkan dan ada tanda-tanda terbengkalai.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Selle KS Dalle mengungkapkan, program prioritas itu sama dengan janji kampanye kepala daerah yang terpilih.
Bukan hanya janji eks Gubernur Nurdin Abdullah, tapi ini adalah janji kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Cuma sayang, program itu sepertinya setelah Pak Nurdin Abdullah tidak menjadi Gubernur, ini tidak dilanjutkan sebagaimana rencana awal. Padahal kan mestinya yang ngotot untuk memperjuangkan itu, ini pak gubernur yang ada sekarang (Andi Sudirman). Namanya program prioritas,” terang Selle kepada Herald.id saat dihubungi, Sabtu 15 Oktober 2022, dikutip dari Herald.
Kata Selle, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman harusnya ngotot untuk bisa merealisasikan program prioritas ini.
“Sama ngototnya membangun rumah sakit di Bone. Mestinya kan dia (Andi Sudirman) memperlihatkan kegigihannya memperjuangkan program prioritasnya,” ucap Selle, masih dikutip dari Herald.
“Jangan hanya rumah sakit Bone yang gigih diperjuangkan. Rest area Jeneponto diabaikan, namanya program prioritas kepala daerah terpilih, harus diperjuangkan,” sambungnya.
Apalagi tutur Selle lagi, rest area sangat penting untuk dibangun. Karena pengendara butuh untuk beristirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanannya kembali.
“Dan untuk itulah pemerintah dalam hal ini di periode pemerintahannya Pak Nurdin Abdullah menyiapkan fasilitas untuk itu. Bahwa, kemudian orang pakai istirahat dan itulah tanggung jawabnya pemerintah, menjaga keselamatan para pengguna jalan,” tutupnya.
Sementara itu, Kadis PUTR Sulsel, Astina Abbas saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini proses lelang rest area Jeneponto masih dalam proses.
“Masih proses lelang. Kita liat dulu lelangnya. Mudah-mudahan sah ji lelangnya, tapi kalau gagal lagi berarti waduh, diliat dulu lelangnya. Tergantung lelangnya dek,” kata Astina tergesa-gesa merapikan barangnya yang baru saja landing dari pesawat, dikutip dari Herald.
Ia menyatakan, jika lelang kali ini masih gagal, itu artinya tahun ini dipastikan tidak bisa dikerjakan.
“Kalau sudah lelang bisa dikerjakan. Mudah-mudahan ada hasil lelangnya. Kalau lelang ulang tidak adami itu waktunya,” tutur Astina.
Ia mengaku, nilai pagu dalam lelang kali ini sebesar Rp1 miliar, yang sebelumnya harusnya Rp10 miliar tapi dipangkas. Karena waktu yang sudah mepet.
“Lupaka itu yang terakhir, Rp1 miliar kayaknya,” terangnya.
47 M Anggaran Alkes RS Regional Bone Terancam dicoret.
Anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) Rp 47 miliar untuk proyek rumah sakit (RS) Regional milik Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Bone terancam dicoret. Ini lantaran progres fisik bangunan proyek RS tersebut baru sekitar 9 persen.
“Pengadaan untuk alkesnya tahun ini yang begitu besar Rp 47 (miliar) dan memang sebenarnya dari awal pengadaan alkes ini kita (Komisi E) tidak setuju,” ungkap Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Mangunsidi Massarapi saat rapat kerja dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel di Gedung DPRD Sulsel, Jumat (16/9/2022), dilansir dari detik.
Pembangunan proyek RS Regional di Bone ini dinilainya lamban karena konstruksinya baru berjalan di bulan Juli tahun ini. Padahal Kepala Dinkes Sulsel disebutnya menjanjikan konstruksi RS akan mulai jalan sejak awal tahun anggaran. Akibat lamban dimulai, progres fisik bangunan baru sekitar 9 persen.
“Ternyata meleset (konstruksinya). Karena itu saya sarankan, kalau bisa untuk pengadaan alkesnya ini kita drop saja. Kan maksimal realisasi oleh penyedia itu 66 persen, ya itulah progres fisik. Jadi kalaupun itu rampung Pak Ketua, tidak bisa dioperasionalkan,” tuturnya.
Sehingga pihaknya mengusulkan agar alkes nanti dianggarkan ulang di APBD 2023. Apalagi proyek fisik RS Regional Bone dilakukan dengan skema multiyears. Jadi pengadaan alkes dianggarkan kembali bersamaan dengan anggaran lanjutan proyek fisik RS tersebut.
“Karena itu saya minta supaya pengadaan alkes ini ita drop saja dulu. Kemudian nanti di 2023 itu akan kita anggarkan kembali bersamaan dengan kelanjutan daripada pembangunan rumah sakit yang ada di Bone itu,” bebernya.
Pemprov Sulsel Janji RS Regional Bone Beroperasi Tahun Ini
Plt Kepala Dinkes Sulawesi Selatan (Sulsel) Arman Bausat menuturkan pengerjaan fisik proyek RS Regional di Bone terus dikebut. Pihaknya optimis target progres 66 persen bisa dicapai. Meskipun realisasi fisik bangunan proyek saat ini baru terealisasi di kisaran 9 persen.
“Kami sudah beberapa kali diskusi dengan pihak pelaksana PT Bumi Karsa bahwa 66% progres nanti, itu sudah fungsional. Bukan fisik bangunan saja,” ungkap Arman saat rapat kerja dengan Komisi E DPRD Sulsel di Gedung DPRD Sulsel, Jumat (16/9), dikutip dari detik.
Sesuai perencanaan kata Arman, proyek RS Regional tersebut sudah bisa difungsikan. Meskipun nanti belum bisa beroperasi penuh. Namun beberapa layanan kesehatan sudah berjalan.
“Akhir November atau awal Desember (tahun ini) kita targetkan (operasional). Jadi 66% fungsional itu ada dua gedung sudah bisa kita fungsionalkan untuk emergency yaitu poliklinik dan perawatan terbatas,” bebernya.
Dengan pertimbangan tersebut, pengadaan alkes perlu tetap dianggarkan di APBD Perubahan 2022 untuk ditempatkan di gedung yang sudah fungsional. Sementara untuk alkes yang belum sempat dipasang karena lokasi penempatannya belum rampung, Arman menyebut bisa disimpan di gudang.
“Iya alkes yang belum sempat ditempatkan akan disimpan di gudang,” ungkapnya.
Kata Arman, target persen realisasi fisik bangunan itu menurutnya sudah ada beberapa pengerjaan fisik telah rampung. Seperti pengerjaan pipa, instalasi listrik, dan air sehingga sudah ada gedung yang bisa difungsikan.
“Jadi pembangunan ini bukan hanya gedungnya saja tetapi juga ada penunjang untuk operasional,” tukasnya, masih dikutip dari detik.
Anggaran RS Regional Bone.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelontorkan anggaran sebesar Rp 110 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Bone.
Hal tersebut merupakan komitmen Pemprov Sulsel untuk menjadikan Kabupaten Bone lebih berjaya lagi ke depannya.
“Ini merupakan wujud syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, disertai harapan agar Bone kedepan lebih berjaya,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, saat menghadiri Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bone ke-692, yang dilaksanakan di Gedung DPRD Bone, Rabu, 6 April 2022. [ip]






















Comment