
JAKARTA, dailymakassar.id – Vale memiliki kewajiban mendivestasikan sahamnya sebagai salah satu syarat perpanjangan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada tahun 2025 mendatang.
Sebagaimana diketahui, kepemilikan saham Vale di Indonesia melalui MIND ID saat ini baru sebesar 20%, sedangkan sebesar 20,7% tersebar di pasar saham Indonesia. Adapun pemegang mayoritas saham Vale sendiri saat ini dipegang oleh Vale Canada Limited (VCL) dengan komposisi 44,3% saham, kemudian Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) sebesar 15%.
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan proses relinquish (melepas porsi saham) Vale Indonesia oleh Holding BUMN Industri Pertambangan Mind ID harus terjadi.
“Freeport melakukan, perusahaan nasional melakukan. Jangan juga kita ketika memberikan kepada investor, aset bangsa ini didiamkan saja sampai puluhan tahun, tapi ketika bagus diproses. Sekarang ketika nikel bagus baru berbondong -bondong investasi. Selama puluhan tahun kemana? Artinya apa? Saya ambil posisi itu, di-relinquish,” ujar dia dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Sementara itu sebelumnya Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengaku finalisasi perpanjangan Vale akan segera diputuskan.
“Vale lagi dalam proses, sebentar malam saya akan rapat dengan Menteri ESDM (Arifin Tasrif) membahas finalisasi terhadap perpanjangan Vale,” terang Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Senin (31/7/2023).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal kelanjutan rapat finalisasi divestasi kepemilikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) antara Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi yang berlangsung Senin (31/7/2023) malam. Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Muhammad Wafid mengatakan bahwa semestinya rencana divestasi Vale sudah difinalkan, hal tersebut berkenaan dengan Rencana Pengembangan Seluruh Wilayah (RPSW) yang sudah dibahas sebelumnya.
“Mestinya (sudah final), kan selama ini RPSW sudah diluncurkan, sudah dibahas kemarin,” jelas Wafid saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Sedangkan sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap agar pemerintah melalui MIND ID bisa menjadi pengendali keuangan tambang PT Vale Indonesia. Luhut pun mendorong agar pencatatan aset dan cadangan PT Vale Indonesia dapat dilakukan di Indonesia. Mengingat, selama ini aset dan cadangan Vale tercatat di Kanada.
“Kita juga mau begitu (aset dan cadangan tercatat di Indonesia). Sekarang ini selama ini kita suka ngalah -ngalah ndak ngerti, sekarang ini banyak anak muda yang paham,” ujar Luhut saat ditemui di Kantornya, Jumat (7/7/2023). [ip]






















Comment