
MAKASSAR, dailymakassar.id – Pada akhir Juli 2023, sekelompok pejabat pemerintah Tiongkok dan akademisi Tiongkok bertemu di UrumQi untuk membahas bagaimana Xinjiang (Daerah Otonomi Uighur-red) menerapkan rencana nasional untuk “mensinisasi” atau Akulturasi Islam. Para pejabat tersebut tidak mengungkit situs-situs keagamaan yang telah dihancurkan oleh Tiongkok, atau buku-buku Islam yang telah dibakar oleh Tiongkok, atau orang-orang Uighur yang telah “dididik ulang” di kamp konsentrasi untuk mendapatkan petunjuk tentang keyakinan Islam, dilansir dari ringkasan laporan kantor Berita Xinhua.
“Tiongkok perlu berbuat lebih banyak untuk menyatukan Islam dengan Konfusianisme
(Kong Hu Chu-red),” kata mereka Partai Komunis.
“Untuk mencapai hal ini, perlu merilis AlQur’an berbahasa Mandarin baru yang diterjemahkan dan diberi anotasi (informasi tambahan-red) yang selaras dengan perkembangan zaman,” kata mereka Partai Komunis, dilansir dari Radio Asia China, Kamis 28 September 2023.
“Mensinisasi Islam di Xinjiang harus mencerminkan aturan sejarah tentang bagaimana masyarakat berkembang, melalui konsolidasi kekuatan politik, pengamanan masyarakat, dan konstruksi budaya,” kata Wang Zhen, seorang profesor di Institut Sosialisme Pusat Tiongkok, yang merupakan sponsor acara tersebut.
Diketahui, lembaga ini adalah bagian dari Kelompok Kerja Front Bersatu Partai Komunis, yang mengendalikan urusan agama Tiongkok. Ini menghasilkan rencana Sinisasi. “Agama dipandang sebagai ancaman”.
Sebagai informasi, rencana Sekretaris Partai Komunis Xi Jinping pertama kali menyebutkan “Sinisisasi” agama di Tiongkok dalam pidatonya pada tahun 2015. Dia menyebutkan Sinicizing Islam secara khusus pada tahun 2017. Pada tahun 2018, partai tersebut telah menyusun rencana nasional untuk “mensinisasi” masing-masing dari tiga agama monoteistik utama di negara tersebut: Protestan, Katolik, dan Islam, yang akan diterapkan selama lima tahun ke depan.
Selanjutnya, ada 32 poin untuk Islam menyoroti masalah di beberapa bidang yang tidak dapat diabaikan.
Menurut terjemahan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh China Law Terjemahan, kata rencana tersebut diantaranya; memberantas ideologi ekstrim agama, Masjid meniru arsitektur asing, umat Islam mengenakan pakaian asing, label makanan halal tidak boleh diterapkan secara berlebihan, meniadakan ideologi tradisional Islam Tiongkok.
Olehnya partai Komunias tersebut akan memperkuat personel keagamaannya, menjelaskan dengan benar Al-Quran dan Hadits dalam versi baru yang diberi penjelasan, dan mempromosikan penggunaan Konfusianisme (Kong Hu Chu) untuk menafsirkan kitab suci. (ip)
Berikut Berikut video tiktok daily Makassar:






















Comment