Siapa pun yang baru mengenal ilmu suara akan dapat mempelajari dasar-dasarnya dalam buku ini. Sueur menjelaskan bagaimana hewan menciptakan, menggunakan, dan merasakan suara dan bagaimana para peneliti telah menggunakan pengetahuan ini untuk memahami perilaku satwa liar. Terselip di antara bab-bab bergaya catatan perjalanan dan renungan pengembaraan filosofis, terdapat pengantar tentang istilah dan teori utama, seperti hipotesis relung akustik, yang menyatakan bahwa setiap spesies memiliki ruang akustik yang unik untuk meningkatkan komunikasi dengan spesies lain dan membatasi persaingan suara dari spesies lain. Buku ini juga mencakup sejarah evolusi yang diringkas tentang bagaimana hewan mengembangkan kemampuan untuk mengirim dan menerima getaran.
Tesis Sueur adalah sebagai berikut: keheningan adalah sumber daya penting, seperti makanan atau air, yang diperebutkan oleh spesies untuk bertahan hidup. “Bersuara adalah bagian penting dari kehidupan,” tulisnya. Namun manusia perlu “memastikan bahwa kita tidak lebih hidup daripada yang lain”.
Sueur menawarkan saran praktis tentang cara melakukannya. Sebagai seorang mahasiswa yang gemar membaca karya naturalis John Muir dan penyair Walt Whitman, ia mendorong para pembaca untuk mencari kesunyian di lokasi terpencil untuk memahami nilai mendalam dari meredam kebisingan. Diamlah dan dengarkan, tulisnya, karena meditasi naturalis berfokus pada dunia eksternal daripada internal. Buku ini dimulai dengan salah satu perjalanan seperti itu — jalan-jalan musim dingin di Pegunungan Chartreuse di Prancis — di mana, tulis Sueur, “untuk pertama kalinya, saya mengalami keheningan di dunia alami yang penuh dengan kehidupan”.






















Comment