Kronologi Satpam RS Ibnu Sina Intimidasi Wartawan DNID, Paksa Dokumentasi Dihapus

Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, dan mempertimbangkan kenyamanan dan ketenangan pasien-pasien yang ada di rawat di ruang UGD, dengan terpaksa kami menghapus dokumentasi berupa sebuah foto dan video pendek.

Setelah menghapus dokumentasi, barulah kami diizinkan untuk meninggalkan ruang UGD.

Andi Hardes, yang juga sempat mengingatkan satpam rumah sakit agar tidak mengintimidasi wartawan, mengatakan bahwa aktivitas mendokumentasi adalah hal yang wajar bagi wartawan.

Justru, Andi Hardes menganggap bahwa penolakan dari pihak rumah sakit untuk memberi keterangan kepada wartawan adalah suatu hal yang buruk.

“Dengan begitu, berarti tidak ada yang bertanggung jawab. Harusnya dia terima dulu di dalam ruangan apakah ada masalah apa bagaimana,” ujar Andi Hardes saat kita temui di depan ruang UGD.

Hardes juga menambahkan bahwa wartawan tidak memaksa untuk pihak rumah sakit memberi keterangan.

“Tidak (memaksa). Saya lihat tadi setelah kita potret, malah kita yang dipaksa untuk hapus hasil potret ta,” tutupnya. (*daily)

Laporan: Hendra

Comment