Oknum Aparat Intimidasi Jurnalis Makassar

Lanjut Koko, ASR semakin tersulut emosi setelah tahu kejadian tersebut direkam.

“Dia merasa diancam dan dihina secara personal, bahkan melontarkan kalimat bernada kasar serta intimidatif khas logat Makassar,” ujarnya.

Peristiwa itu turut disaksikan oleh sejumlah petugas keamanan di lokasi THM. Sayangnya, meski ada saksi dan bukti rekaman, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Pelabuhan Makassar.

Insiden ini mempertegas perlunya perlindungan hukum terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya di lapangan.

Kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi dilakukan oleh aparat penegak hukum, tidak bisa dibenarkan dalam negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan pers**(HD)

Comment