Diskusi Publik Mengurai Benang Kusut Sepak Bola Sulawesi Selatan

“Sebuah keberhasilan sangat ditentukan dengan sistem pembinaan yang berjenjang, tersedia stadion dan para pengelola tahu ilmu sepak bola,” terangnya.

Sementara H. Sumirlan lebih fokus mempetanyakan keabsahan kepengurusan Asprov PSSI Sulawesi Selatan. Menurutnya, akibat semrawut dan tidak jelasnya legalitas pelaksana tugas membuat prestasi Sulawesi Selatan di dua PON terkahir membuat duka masyarakat dan pencinta sepak bola. 

Sumirlan yang akrab disapa pak Kapten meminta pencinta dan pemerhati sepak balo untuk bersama-sama membuat petisi dan rekomendasi kepada PSSI Pusat, agar segera mengakhiri polemik kepengurusan di Asprov PSSI Sulawesi Selatan.

Berbeda dengan saran dan usulan dari mantan Sekretaris Umum Pengda PSSI Sulawesi Selatan yang juga ikut mengantarkan PSM meraih juara dibawah pelatih Syamsuddin Umar kala itu. H. Hasanuddin Baso sang penjaga gawang, menegaskan lahirnya bakal calon ketua Asprov yang akan diajukan ke PSSI Pusat.

“Sepak bola ini harus diurus orang gila, memiliki keilmuan dan kompetensi serta rekam jejak yang jelas, dan itu ada pada seorang Danni Irawan, matan Pengurus Asprov PSSI Sulawesi Selatan,” tegasnya diamini seluruh peserta diskusi.

Danni Irawan memiliki segudang pengalaman, selain mantan pemain PSM, Makassar Utama, dan Bima Kencana Surabaya, puluhan posisi strategis di Lingkup PLN telah diraih hingga terakhir diangkat menjadi Kepala Divisi Umum dan SDM PLN Pusat.

“Danni Irawan memiliki multi talenta dan saya kira sangat tepat untuk mengusung kembali memimpin Asprov PSSI Sulawesi Selatan,” kuncinya.

Diskusi yang berjalan alot dan dibumbui banyak saran dan pandangan dari beberapa peserta, juga melahirkan kesepakatan antara lain: penunjukan H. Hasanuddin Baso untuk diusulkan ke PSSI Pusat sebagai Plt. Asprov PSSI Sulawesi Selatan dan pembentukan tim kecil untuk memperkuat dukungan menghadapi Kongres September bulan depan**(as/rm)
 

Comment