Sementara itu, Pimpinan Ponpes MDIA Bontoala Makassar, AG. DR. KH. Abdul Mutthalib Abdullah, menyampaikan bahwa maulid nabi merupakan ajang mempertegas komitmen santri dalam mengamalkan ajaran Islam rahmatan lil alamin.
“Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh alam. Santri harus menjadi teladan akhlak mulia, menjaga persatuan, serta berkontribusi positif bagi bangsa,” ungkapnya.
Adapun pembawa hikmah maulid, Gurutta Hamzah Harun, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sosial.
“Kehadiran Rasulullah SAW bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh manusia. Karena itu, maulid bukan sekedar seremonial, melainkan harus melahirkan semangat menghidupkan sunnah nabi dalam keseharian,” ujarnya
Sebelum menutup ceramah maulid, Ketua NU Sulawesi Selatan, AG. Prof. DR. KH. Hamzah Harun Al-Rasyid, menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua dan wali santri.
Dia berpesan agar mereka senantiasa mendidik dan membimbing anak-anaknya dengan dasar-dasar agama yang kuat.
“Orang tua harus mengajarkan kepada anak-anaknya tentang akidah yang lurus, ibadah yang benar, ilmu akhlak yang baik, amal saleh, serta membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupannya,” pungkasnya**(tbr)






















Comment