“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberi bekal nyata bagi staf kami dalam memahami dan menangani korban pelecehan seksual dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan ilmiah. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Zulkifli.
Pelatihan dirancang dalam tujuh sesi, dua kali setiap minggu, agar peserta punya waktu cukup untuk memahami teori sekaligus mempraktikkannya. Selain materi dan diskusi, peserta juga mengikuti simulasi kasus dan pendampingan langsung bersama tim PKM-PM FIKK UNM.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen FIKK UNM berharap dapat memperluas akses layanan psikologis yang ramah korban serta membangun sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan Maros yang peduli dan tangguh terhadap kekerasan seksual**(jend)






















Comment