Bank Dunia Ramal Pertumbuhan Indonesia 2026 di Bawah Target Pemerintah

Bank Dunia Ramal Pertumbuhan Indonesia 2026 di Bawah Target Pemerintah

Dailymakassar.id—Makassar. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 hanya akan mencapai 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4 persen. Proyeksi serupa juga berlaku untuk 2025.

Dalam laporan Global Economic Prospects, Bank Dunia menyebut aktivitas ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, diperkirakan melambat pada 2026 sebelum kembali meningkat pada 2027.

Perlambatan terutama dipicu lemahnya investasi swasta di hampir seluruh kawasan. Ketidakpastian kebijakan dan tingginya beban utang menjadi faktor utama yang menahan ekspansi dunia usaha.

Indonesia dan Malaysia menjadi pengecualian, dengan investasi yang relatif tertopang oleh inisiatif yang dipimpin negara serta masuknya foreign direct investment.

Bank Dunia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat berlanjut berkat stimulus fiskal dan proyek-proyek investasi pemerintah, meski ruang percepatan dinilai terbatas.

Sementara itu, laporan resmi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 baru akan dirilis pada Februari mendatang.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari E. Pangestu, memperkirakan kinerja ekonomi pada kuartal IV-2025 akan membaik dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menurut dia, percepatan belanja pemerintah dan mulai pulihnya konsumsi masyarakat menjadi penopang utama.

Namun, Mari mengingatkan bahwa mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5,1–5,2 persen pada 2026 tidak dapat mengandalkan momentum sesaat.

Sejumlah prasyarat harus dipenuhi. Pertama, mesin fiskal perlu berjalan optimal sejak awal tahun, berbeda dengan kuartal I-2025 yang tersendat akibat transisi pemerintahan.

Kedua, daya beli masyarakat harus dijaga melalui bantuan pemerintah dan stabilitas harga.

Ketiga, iklim usaha dan investasi perlu dipastikan tetap kondusif di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda**(rm)

Comment