
Dailymakassar.id—Makassar. Di tengah kebutuhan hunian yang terus meningkat, langkah-langkah konkret menjadi keharusan.
Di situlah peran para pengembang diuji dengan membangun rumah sekaligus menghadirkan harapan. Semangat itulah yang kini dibawa oleh DPD Himperra Sulawesi Selatan.
Pada pekan pertama atau kedua Mei 2026, DPD Himperra Sulsel berencana menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kabupaten Bogor.
Agenda ini sebagai ruang untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat sinergi, mempercepat pembangunan, dan mengevaluasi kinerja—semuanya demi mendukung program perumahan rakyat yang lebih tepat sasaran.
Ketua DPD Himperra Sulsel, Bachnar B Abdullah, menjelaskan jika pemilihan Bogor bukan keputusan yang datang begitu saja.
Dari berbagai usulan anggota, wilayah ini menjadi pilihan paling dominan. Ada alasan kuat di baliknya.
Bogor telah menjelma menjadi salah satu episentrum pengembangan rumah subsidi di Indonesia.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Kabupaten Bogor mencatat percepatan signifikan dalam penyediaan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kawasan ini bahkan menjadi titik awal peluncuran program 25.000 rumah subsidi secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2025, bagian dari ambisi besar program 3 juta rumah.
Tidak hanya itu, sejarah juga mencatat momen penting di wilayah ini. Pada 29 September 2025, digelar akad massal KPR FLPP terbesar sepanjang sejarah di Perumahan Pesona Kahuripan.
Peristiwa ini menjadi penanda bahwa Bogor bukan sekadar lokasi pembangunan, tetapi simbol percepatan akses hunian bagi masyarakat kecil.
Dari sisi keterjangkauan, rumah subsidi di Bogor juga menawarkan harga yang relatif ramah, berkisar antara Rp100 juta hingga Rp185 juta.
Kawasan seperti Cileungsi dan sekitarnya pun berkembang menjadi pusat hunian yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga mulai mengarah pada konsep ramah lingkungan dan terintegrasi.
Bagi Himperra Sulsel, belajar dari Bogor berarti menyerap praktik terbaik, bagaimana kolaborasi, skala, dan keberpihakan pada masyarakat bisa berjalan beriringan.
Rakerda ini diharapkan menjadi titik temu antara pengalaman lapangan dan arah kebijakan, agar pembangunan perumahan di Sulawesi Selatan semakin adaptif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.
Sementara itu, hasil musyawarah pembentukan panitia telah menetapkan Asrul sebagai ketua dan Rasul M sebagai sekretaris panitia Rakerda.
Rakerda ini bukan sekadar agenda organisasi. Ia adalah upaya merawat harapan, bahwa setiap pembangunan rumah menghadirkan tempat pulang yang layak bagi setiap keluarga**(RM)






















Comment