Raker DKM Matangkan Program Kerja, Bertepatan HUT ke-57 Dewan Kesenian Makassar

Raker DKM Matangkan Program Kerja, Bertepatan HUT ke-57 Dewan Kesenian Makassar

Dailymakassar.id—Malino. Dewan Kesenian Makassar (DKM) menggelar Rapat Kerja (Raker) di Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu (25/7), yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 DKM.

Momentum tersebut dimanfaatkan jajaran pengurus untuk mematangkan arah kebijakan dan program kerja pasca pelantikan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghidupkan kembali aktivitas seni dan budaya di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Ketua DKM M. Juniar Arge menegaskan bahwa rapat kerja menjadi langkah awal untuk menyusun program yang lebih terarah sebelum diajukan kepada Dinas Kebudayaan Kota Makassar.

“Seluruh program kerja yang disusun hari ini akan menjadi pijakan DKM ke depan dan akan kami sampaikan kepada Dinas Kebudayaan, khususnya Pemerintah Kota Makassar. Harapan kami, momentum baru ini bukan sekadar seremonial, tetapi mampu melahirkan program yang benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Juniar juga menyinggung proses revitalisasi Benteng Fort Rotterdam yang berdampak pada sekretariat DKM. Menurutnya, proses revitalisasi diharapkan berlangsung dalam waktu yang tidak lama sehingga aktivitas DKM dapat kembali dipusatkan di sekretariat yang berada di Benteng Fort Rotterdam itu.

Ia menambahkan, keberadaan DKM juga memperoleh dukungan dari DPRD Kota Makassar, terutama dalam upaya penguatan anggaran bagi pengembangan kegiatan seni dan budaya.

Sementara itu, Ketua Harian DKM Armin Toputiri mengungkapkan rasa syukur karena rapat kerja akhirnya dapat terlaksana setelah beberapa kali tertunda akibat kesibukan para pengurus.

Menurutnya, penyusunan program kerja harus segera dituntaskan agar dapat diajukan kepada Dinas Kebudayaan sehingga memiliki peluang besar untuk direalisasikan.

Armin juga mengingatkan setiap komite agar fokus menjalankan bidang masing-masing dengan orientasi pada hasil yang dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting dari DKM adalah apa yang bisa menjadi outcome atau dampak nyata bagi masyarakat luas melalui karya-karya seni yang dihasilkan,” katanya.

Dalam forum tersebut, berbagai komite menyampaikan usulan program strategis, di antaranya kebangkitan seni dan budaya tradisional, penyelenggaraan pameran seni rupa berskala luas, program DKM Masuk Sekolah, serta pengembangan Art School Program dan Art Camp bagi pelajar sebagai ruang edukasi dan regenerasi seniman.

Peserta rapat juga mendorong pengembangan galeri seni melalui workshop, pelatihan manajemen galeri, pameran rutin, hingga festival seni yang direncanakan dapat digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Makassar ke-419 pada September mendatang.

Selain itu, DKM akan memperkuat program art workshop dan edukasi seni, termasuk penggarapan ornamen atau pajok-pajok secara artistik sebagai bagian dari penguatan identitas budaya lokal.

Komite Musik mengusulkan kolaborasi musik tradisional dan modern sebagai pembuka berbagai kegiatan DKM, peningkatan kompetensi musisi, pemberian ruang apresiasi bagi seniman, pelestarian musik tradisional melalui pelibatan pelajar, serta promosi karya seni secara digital hingga ke tingkat internasional.

Di sisi lain, Komite Film memaparkan rencana pengembangan ekosistem perfilman berbasis seni dan budaya Kota Makassar melalui kemitraan dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat industri kreatif di Sulawesi Selatan.

Rapat kerja yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut juga diwarnai harapan agar selama proses revitalisasi sekretariat, DKM tetap memperoleh lokasi sementara yang representatif sehingga aktivitas organisasi dan pelayanan kepada komunitas seni tidak terganggu.

Melalui Raker yang bertepatan dengan usia ke-57 ini, Dewan Kesenian Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya memperkuat ekosistem seni budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkokoh posisi Makassar sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia**(boy)

Comment