Mahasiswa KKN Unhas Dorong Pengelolaan Limbah Domestik melalui Inovasi pembuatan Lilin Aromaterapi di Desa Awo

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Pengelolaan Limbah Domestik melalui Inovasi pembuatan Lilin Aromaterapi di Desa Awo

Dailymakassar.id—Wajo. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Inovasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Upaya Pengurangan Limbah Domestik di Desa Awo.”

Program ini digagas oleh Wulan Rahmadani J di bawah bimbingan Dosen Pendamping KKN (DPK) Dr. Hafizhah Al Amanah, S.Si., M.Si. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026 di Aula Kantor Desa Awo, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo.

Tujuan digelar kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, agar tidak dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan.

Masyarakat diperkenalkan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua BPD Desa Awo, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu PKK Desa Awo. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya edukasi pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak minyak jelantah terhadap lingkungan dan kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik pembuatan lilin aromaterapi.

Peserta mempelajari proses penyaringan dan penjernihan minyak jelantah, pemanasan, penambahan asam stearat, pencampuran pewarna dan pewangi, hingga pencetakan lilin. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif selama pelatihan berlangsung.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan minyak jelantah secara lebih bijaksana menjadi produk yang bernilai tambah.

Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi limbah domestik, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat Desa Awo**(wr)

Comment