
Dailymakassar.id—Eremerasa, Bantaeng. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 Universitas Hasanuddin melakukan kegiatan program kerja pembuatan Biopori sebagai metode pengolahan sampah organik untuk mengurangi timbulan sampah yang berasal dari limbah rumah tangga serta membuat pupuk kompos alami secara mandiri.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, yang dilaksanakan di 7 Dusun yaitu Cambayya, Katimorang, Mangepong, Bonto Lonrong, Taiparapang, Dongkokang, dan Pangngai, Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
Program kerja digagas oleh Dugarry Ambu Buntugayang yang bertindak sekaligus sebagai penanggung jawab. Pembuatan dan pemasangan Biopori turut dihadiri oleh Kepala Dusun dan Warga setempat yang berdomisili di Dusun tersebut.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masalah menumpuknya sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga di lingkungan warga, serta masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik yang ada.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berupaya memberikan solusi praktis dengan mengolah limbah organik dan menjadi sebuah produk multifungsi yang ramah lingkungan.
Pembuatan Biopori berfokus pada tahapan cara pembuatan alat Biopori itu sendiri, mulai dari proses pembuatan dengan menggunakan pipa yang tersedia, penentuan ukuran panjang pipa Biopori, pembuatan lubang Biopori pada pipa, penentuan lokasi peletakan Biopori dan tahap-tahap penggunaan Biopori.
Metode kegiatan dikemas melalui sosialisasi, dan praktik langsung dilapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman pada warga bahwa limbah yang selama ini dibuang justru dapat bermanfaat dalam berbagai hal.
Selama kegiatan berlangsung, warga yang berada pada lokasi menunjukkan respons yang sangat baik. Kepala Dusun yang juga berada pada lokasi kegiatan berlangsung, turut memberikan respons yang sangat positif terhadap pelaksanaan program.
Tujuan dari kegiatan pembuatan alat Biopori ini, diharapkan dapat mempermudah warga dalam memilah dan mengolah kembali sampah organik sekaligus memberikan pemahaman terhadap warga bagaimana cara membuat pupuk kompos alami secara mandiri di rumah dengan memanfaatkan sampah organik yang ada melalui teknik Biopori.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Lonrong dapat terus menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Desa.






















Comment