
MAKASSAR, dailymakassar.id – Puluhan warga yang mengatasnamakan diri sebagai warga Pulau Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (4/9/2023).
Dari pantauan, para demonstran bergantian melakukan orasi menuntut penghentian reklamasi Pulau Lae-lae.Demonstran pun membawa spanduk sepanjang 40 meter bertulis “Tolak Reklamasi Pulau Lae-lae”.
Di samping itu ada juga warga yang membentangkan poster bertuliskan “merusak terumbu karang pidana hukumannya dan tolak reklamasi tak ada negosiasi”.
Diketahui, masa jabatan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bakal berakhir 5 September besok.
Para demonntran meminta agar Penjabat Gubernur (Pj) Sulsel yang dijadwalkan dilantik besok menghentikan proses reklamasi di Pulau Lae-Lae, Makassar.
Warga menilai sejak awal proyek reklamasi itu, perencanaannya tidak pernah melibatkan partisipasi warga secara bermakna.
Padahal, warga Pulau Lae-lae yang akan terdampak secara langsung dengan reklamasi tersebut.
Aksi demontrasi warga yang menolak reklamasi sudah kedelapan kalinya dilakukan sejak dimulai pada Februari 2023 lalu. (aan)
Warga Pulau Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel (sok pribadi) – Puluhan warga yang mengatasnamakan diri sebagai warga Pulau Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (4/9/2023).
Dari pantauan, para demonstran bergantian melakukan orasi menuntut penghentian reklamasi Pulau Lae-lae.Demonstran pun membawa spanduk sepanjang 40 meter bertulis “Tolak Reklamasi Pulau Lae-lae”.
Di samping itu ada juga warga Ada yang membentangkan poster bertuliskan “merusak terumbu karang pidana hukumannya dan tolak reklamasi tak ada negosiasi”.
Diketahui, masa jabatan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bakal berakhir 5 September besok.
Para demonstran meminta agar Penjabat Gubernur (Pj) Sulsel yang dijadwalkan dilantik besok menghentikan proses reklamasi di Pulau Lae-Lae, Makassar.
Warga menilai sejak awal proyek reklamasi itu, perencanaannya tidak pernah melibatkan partisipasi warga secara bermakna.
Padahal, warga Pulau Lae-lae yang akan terdampak secara langsung dengan reklamasi tersebut.
Aksi demontrasi warga yang menolak reklamasi sudah kedelapan kalinya dilakukan sejak dimulai pada Februari 2023 lalu. (aan)






















Comment