
MAKASSAR, dailymakassar.id – Gubernur Bahtiar Baharuddin kali ini dibuat pusing. pasalnya, program budidaya pisang yang menjadi program andalannya terancam tersendat .
Penyuluh pertanian dinilai banyak masih belum paham cara budidaya pisang. Padahal, penyuluh menurutnya sebagai pembimbing masyarakat. Terutama bagi petani pisang di pelosok daerah.
“Saya ke Bantaeng, Enrekang, Selayar, Luwu, Wajo, terakhir kemarin di Enrekang. Penyuluh tidak mengerti budidaya pisang,” jelas Pj Gubernur Bahtiar dihadapan sekitar seribu penyuluh pertanian di GOR Sudiang, Kamis (9/11/2023).
Pj Gubernur Bahtiar pun mengumpulkan ribuan penyuluh di GOR Sudiang. Dirinya turun langsung menghadirkan akademisi untuk membimbing para penyuluh.
Mereka dilatih budidaya pisang sebelum turun ke masyarakat.
“Saya sudah kumpulin semua penyuluh.Kita sengaja kumpulkan untuk training supaya jadi pembimbing para petani,” kata Bahtiar.
Saat ini, ketersediaan penyuluh hortikultura menurutnya masih sedikit. Ini berbanding dengan penyuluh pertanian pangan seperti padi dan jagung.
“Selama ini belum didukung. Sangat sedikit penyuluh hortikultura. Selama ini hanya padi jagung, tanaman pangan,” jelasnya.
Bahtiar bahkan berjanji akan membantu penyuluh dengan menyalurkan bibit gratis.
“Mulai hari ini belajar budidaya pisang, besok lusa saya bantu penyuluh punya pisang. Harus punya, nanti saya bantu bibit gratis. Silahkan cari lahan, bibit gratis. Itu untuk pribadi,” sambungnya.
Lebih lanjut, menurutnya budidaya pisang membutuhkan pengetahuan khusus. Sebab, budidaya pisang bukan hanya pada proses tanam.
Namun, mencakup proses lanjutan yang bernilai ekonomis.
“Tanam pisang tidak seperti padi, ini komoditi bisnis. Karena ini bisa jadi usaha bernilai bisnis,” katanya. (rj)






















Comment