
Dailymakassar.id – Makassar. Kericuhan unjuk rasa (unras) yang terjadi di beberapa kota Indonesia menyimpan duka bagi para korban. Demonstrasi yang diwarnai dengan kerusuhan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, luka-luka dan kerugian material baik dari pihak massa maupun dari pihak aparat.
Untuk itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan menggelar istighosah kebangsaan, doa dan tahlil, didedikasikan untuk para korban yang meninggal diantaranya Syaiful Akbar (43), Kasi Kesra Ujung Tanah, Syahrina Wati (25), Staf Anggota Dewan DPRD Kota Makassar, M. Akbar Basri (26), Staf DPRD Kota Makassar dan Rusdamdiansyah (26), driver ojol.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren MDIA Bontoala, jalan Lamuru No. 65, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar. Rabu (3/9/2025).
Ketua PW GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus, mengatakan demonstrasi yang diwarnai kerusuhan membuat kota Makassar dipenuhi kekhawatiran.
“Beberapa hari sebelumnya, kita melihat unjuk rasa yang diwarnai dengan kerusuhan dan pembakaran gedung DPRD membuat situasi kota Makassar dipenuhi ketegangan dan kekhawatiran baik di tingkat pemerintah maupun di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Kota Makassar.






















Comment