Data, Dialog, dan Aksi: Ikhtiar Mahasiswa FKM Unhas Mendorong Desa Teteaji Lebih Sehat

Data, Dialog, dan Aksi: Ikhtiar Mahasiswa FKM Unhas Mendorong Desa Teteaji Lebih Sehat

Dailymakassar.id—Sidenreng Rappang. Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Posko Desa Teteaji berhasil mengidentifikasi 23 permasalahan kesehatan masyarakat melalui metode survei cepat (Rapid Survey) menggunakan kuesioner elektronik (KoboCollect).

Pengumpulan data dilakukan pada 7–10 Juli 2026 terhadap 150 rumah tangga dengan total 502 individu. Selain menggunakan kuesioner elektronik, mahasiswa juga melakukan observasi, wawancara terstruktur, telaah data sekunder, dan diskusi penentuan prioritas masalah untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara komprehensif sebelum Seminar Akhir.

Hasil pengolahan data menunjukkan terdapat 23 permasalahan kesehatan. Analisis menggunakan metode PAHO (Pan American Health Organization) menghasilkan sepuluh masalah dengan skor prioritas tertinggi yaitu diare, merokok di dalam rumah, pengelolaan sampah rumah tangga,

Termasuk juga, cakupan imunisasi belum optimal, praktik IMD dan MPASI belum sesuai, rendahnya penggunaan kontrasepsi modern, kehamilan tidak direncanakan, belum pernah mendengar HIV/AIDS, pola konsumsi makanan berisiko, dan rendahnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS.

Hasil analisis kemudian dipaparkan dalam Seminar Akhir yang dihadiri Kepala Desa, Bidan Desa, kader kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat Desa Teteaji.

Forum dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk memvalidasi hasil analisis berdasarkan kondisi riil masyarakat, program kesehatan yang telah berjalan, serta urgensi setiap permasalahan.

Berdasarkan masukan dari para tamu undangan, disepakati lima prioritas masalah kesehatan yang menjadi fokus penyusunan program intervensi, yaitu pengelolaan sampah, hipertensi, diare, perilaku merokok, dan peningkatan pengetahuan mengenai kanker serviks.

Penetapan tersebut merupakan hasil perpaduan analisis PAHO dan pertimbangan dari masyarakat agar program yang dirancang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Teteaji.

Lima prioritas tersebut mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena berfokus pada peningkatan perilaku hidup sehat, serta penguatan upaya promotif dan preventif di masyarakat.

Sementara itu, pengelolaan sampah rumah tangga dan pencegahan diare mendukung SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengurangan pencemaran, dan upaya menjaga kualitas lingkungan yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Serta mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) karena memiliki fokus pada pengelolaan limbah rumah tangga yang baik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan tempat tinggalnya.

Comment