
Dailymakassar.id—Bone. Semangat dari masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) kembali mewarnai rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas usaha.
Rangkaian kegiatan itu dilaksanakan oleh Tim Mahakarya Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin bersama KWT Anggrek Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, pada Sabtu (25/07).
Kegiatan kali ini berfokus pada pelatihan strategi pemasaran produk sebagai langkah nyata mengoptimalkan potensi hasil tani dari hulu ke hilir.
Hal ini menjadi bagian penting dalam rantai implementasi Program Mahakarya AKKASENG (Optimalisasi Potensi Lokal melalui Diferensiasi Komoditas Cabai dan Selada).
Sebelumnya sukses menggelar demonstrasi pengolahan diferensiasi produk berupa selada crispy dan sambal kemasan. Kini Tim Mahakarya Unhas mendorong penguatan di sektor hilir melalui sinergi strategis bersama Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone.
Bertindak selaku pembawa materi kegiatan adalah Rusdi Nur, S.Sos, membahas seputar taktik pemasaran dan pembukaan akses pasar.
Sebagai mitra utama program, KWT Anggrek didampingi agar tidak hanya mahir dalam budidaya dan pengolahan, tetapi juga terampil dalam memasarkan produknya.
Langkah pengembangan hulu ke hilir ini mencakup pendampingan penentuan harga jual, strategi penjualan offline melalui konsinyasi warung dan BUMDes, hingga promosi digital berbasis media sosial agar produk olahan KWT Anggrek memiliki daya saing serta jangkauan pasar yang lebih luas.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, Ibu St. Sulaeha, S.Pd., menyampaikan harapannya agar materi pemasaran yang diterima dapat dipraktikkan secara konsisten oleh para anggota.
Ia mengungkapkan bahwa adanya pelatihan ini melengkapi keterampilan kelompok, sehingga hasil panen lokal yang telah diolah menjadi Selada Crispy dan Sambal dapat dipasarkan secara maksimal dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Melalui sinergi yang dibangun dalam Program Mahakarya AKKASENG, diharapkan anggota KWT Anggrek semakin terampil dalam mengelola pertanian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Program ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Desa Kajaolaliddong yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya di bidang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal**(rm)






















Comment