
Dailymakassar.id – Jeneponto. Koalisi untuk Kesejahteraan TNI-POLRI Indonesia (KITRA) kembali akan menyerukan gerakan kesejahteteraan bagi seluruh prajurit sebagai pertahanan dan penegak hukum.
KITRA selaku organisasi bergerak di bidang Penegakan hak asasi manusia, kembali akan mengkampanyekan Gerakan kesejahteraan antara lain mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyuarakan kenaikan gaji TNI-POLRI.
Rencana Aksi yang akan digelar di Bundaran Patung Kuda Passamaturukang Jeneponto, Kamis (30/9/2021), menegaskan tujuan utama KITRA adalah untuk menghentikan kebijakan pemiskinan dan mendorong kenaikan gaji TNI-POLRI.
“Gaji Rp 50 juta dalam sebulan, sebagai jaminan kesejahteraan serta membangun masa depan, dimana manusia hidup selaras dengan sistem ekonomi, sosial dan budaya Indonesia,” terang Hari Susanto, SH selaku Koordinator Daerah KITRA Jeneponto.
“Kami mengajak semua pihak bersedia untuk berpartisipasi dalam aksi serentak di hari Peringatan Penumpasan G30S/PKI sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan kenaikan gaji TNI POLRI,” tegasnya kembali.
Kampanye guna mensejahterakan TNI-POLRI, menurut Hari sebagai bentuk inisiasi publik untuk merawat idealisme dan komitmen. “KITRA bertujuan untuk mendorong individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan yang saling berhubungan untuk menjadi bagian dari Gerakan kesejahteraan TNI-POLRI,” paparnya.
Diwaktu yang sama Trisutrisno yang akrab disapa Ino Demos menambahkan lebih lanjut, momentum gerakan kesejahteraan, dalam mendorong percepatan kesejahteraan TNI-POLRI. KITRA Indonesia akan melakukan aksi simpatik serentak pada peringatan Hari Penumpasan G30S/PKI, yang melibatkan seluruh eleman. Ia menjelaskan latar belakang tuntutan kenaikan gaji ini merupakan kampanye publik yang pertama kali diiniasi oleh KITRA, untuk menyatukan masyarakat dari seluruh Indonesia agar dapat menjaga komitmen persudaraan dan merawat kebersamaan sesama anak bangsa.
Ino mengungkapkan, KITRA juga mengajak dan mengedukasi masyarakat mengenai dampak sistematik pemiskinan yang melanda keluarga TNI-POLRI, serta menjaring partisipasi publik dan NGO, mahasiswa, aktivis buruh mau pun jejaring eksternal untuk berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan TNI-POLRI,” ungkap Ino Demos yang juga sebagai Pemerhati Sosial.
“momentum Hari Penumpasan G30S/PKI sangat relevan mengingatkan kembali publik dan pemerintah dampak kemiskinan yang menjerat TNI-POLRI. sekaligus mendorong kebangkitan bersama hadapi dan mengubah sistem pemiskinan.
Dia menjelaskan, “agar terbangun sebuah kebijakan penghasilan yang mengakomodasi nilai kemanusiaan dan ke-Indonesiaan dan mengambil tindakan untuk menyuarakan tuntutan dengan pesan utama #SaveOurheroes. pungkas Ino Demos. (rls)






















Comment