Selain Kemiskinan, IPM Luwu Utara Memprihatinkan di Sulsel, Ini Penjelasannya

Ilustrasi IPM

“Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulsel tercatat terendah keenam di Sulsel (0,16) di Tahun 2020. Luwu Utara diketahui urutan ketiga tertinggi persentase kemiskinan di Sulsel selama tiga tahun berturut turut. Kedua indikator strategis (IPM dan kemiskinan) diatas tentunya memprihatinkan”.

Dailymakassar.id – LUTRA. Dilansir dari rilis BPS, Rabu (3/11/2021), adapun Perkembangan IPM Sulawesi Selatan dijelaskan Indikator yang digunakan untuk mengukur keterbandingan pencapaian pembangunan manusia antar wilayah dan antar waktu adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM merupakan salah satu indikator strategis karena digunakan untuk penghitungan alokasi DAU dan Dana Insentif Daerah serta menjadi salah satu target dan ukuran keberhasilan pembangunan nasional.

“IPM mengukur pencapaian pembangunan manusia melalui 3 dimensi yaitu dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan dan dimensi standar hidup layak. Dimensi umur panjang dan hidup sehat direpresentasikan melalui umur harapan hidup. Dimensi pengetahuan direpresentasikan melalui angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama

sekolah. Sementara dimensi standar hidup layak direpresentasikan melalui pengeluaran perkapita yang disesuaikan”, jelas BPS.

Menurut BPS, sejak tahun 2017 status pembangunan manusia di Sulawesi Selatan berhasil naik kelas ke level

”tinggi” yaitu berada di kisaran 70 – 80. Namun di tahun 2020 kembali melambat dengan pertumbuhan 0,38 persen.

Disparitas pencapaian pembangunan manusia masih terjadi antar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Pada tahun 2020 hanya Kota Makassar saja yang masuk kategori sangat tinggi dengan pencapaian IPM sebesar 82,25. Sementara itu terdapat 9 kabupaten/kota yang termasuk kategori tinggi yaitu Kabupaten Gowa, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Parepare dan Palopo. Sisanya, sebanyak 14 kabupaten masih dalam kategori IPM sedang. Pada tahun 2020 hanya Kabupaten Gowa yang berhasil menaikkan level IPM dari sedang menjadi tinggi.

Pada tahun 2020, sebanyak 14 kabupaten/kota dengan pertumbuhan IPM-nya melampaui provinsi (0,38) yaitu Bulukumba, Sinjai, Tana Toraja, Selayar, Gowa, Pangkep, Bantaeng, Soppeng, Bone, Luwu Timur, Barru, Takalar, Maros, dan Jeneponto.

Sementara Luwu Utara yang diperingkat keempat terendah di Sulsel pertumbuhan IPM-nya jauh dibawah Sulsel yakni 0,16.

HLS Lutra Terendah keempat di Sulsel

Masih menurut BPS, adapun dimensi Pengetahuan dibentuk dari dua indikator yaitu harapan lama sekolah (HLS)

dan rata-rata lama sekolah (RLS).

HLS atau Expected Years of Schooling (EYS), merupakan lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan didapatkan oleh anak pada umur tertentu di masa yang akan datang. HLS dihitung pada rentang usia 7 tahun ke atas sesuai kebijakan program wajib belajar yang dijalankan oleh pemerintah.

Sementara rata-rata Lama Sekolah (RLS) atau Mean Years of Schooling (MYS) merupakan rata-rata jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Pemilihan rentang umur 25 tahun ke atas pada penghitungan RLS diasumsikan bahwa pada usia 25 tahun proses pendidikan sudah berakhir.

Comment