
Dailymakassar.id – LUTIM. Sejak beberapa terakhir warga Luwu Utara (Lutra) dan Luwu Timur (Lutim) kesulitan BBM. Hal ini dampak dari ditutupnya akses jalan utama perbatasan Palopo dan kab. Luwu akibat miringnya jembatan. Kendaraan pun dialihkan ke jalur alternatif sehingga menimbulkan kemacetan panjang dan tentunya juga berdampak pada distribusi BBM yang dibawa oleh mobil mobil tangki Pertamina.
Jembatan miring dan kelangkaan BBM jadi dua masalah saat ini di Lutra dan Lutim.
Masalah Pertama
Adapun masalah jembatan miring, sejak terjadinya hal ini tim dari BBJN dan PT. Utama Karya sejak Rabu (13/11/2021) sudah mulai mengerjakan jmbatan Miring (Jemmir) yang retak di Poros Trans Sulawesi, perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, Sulsel tersebut. Aliran sungai akan dialihkan ke sisi bagian selatan. Setelah itu, menunggu sisi utara sungai kering. Kemudian abuftmen atau tiang penyangga jembatan dikerjakan.
“Kita usahakan 10 hari bisa selesai jika tidak ada halangan,” kata Kepala Bidang Preservasi II BBJN, M Ali Buhari, Rabu (3/11/2021) siang.
Hal tersebut kembali dipertegas Pelaksana Lapangan PT HK, Ahmad Tawil.
“Ditargetkan selesai paling lambat 2 Minggu. Sebisa mungkin sepuluh hari,” ucapnya.
Selanjutnya melalui postingan di fanpage resminya, Plt Gubernur Sulsel menekankan penanganan.
“Jalur Masamba menjadi fokus kita beberapa hari ini. Situasi hujan dan banjir serta kenaikan air sungai secara drastis menjadi masalah berulang,” tulis Andi Sudirman Sulaiman, Selasa (9/11/2021).
“Tim Provinsi termasuk jajaran Polda telah turun dan standby di lokasi sejak beberapa hari lalu. Hari ini kami akan memanggil Balai Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR untuk Solusi darurat dan permanen secara bersama. Ini harus segera diselesaikan karena emergency,” sambungnya.
Masalah Kedua
Selanjutnya dampak dari penutupan jalur utama ini kelangkaan BBM terjadi di Lutra dan Lutim.
Diketahui ada 3 fuel terminal yang terdekat di wilayah ini yakni Fuel Terminal Palopo, Fuel Terminal Poso Group dan Fuel Terminal Morowali.
Adapun suplai dari Palopo bermasalah. Olehnya Pemkab Lutra hari ini, Selasa (9/11/2021) mengambil langkah taktis untuk mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerahnya.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM, Muh Kasrum, mengatakan bahwa BBM langka akibat akses transportasi di perbatasan Luwu-Palopo macet. Mengakibatkan suplai BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Luwu Utara terlambat.
“Karena sudah beberapa hari terhambat macet, kita meminta pasokan BBM dari Poso dan Morowali (Sulawesi Tengah). Sudah ada 10 tangki BBM yang masuk ke Luwu Utara,” kata Kasrum, Selasa (9/11/2021).
Kasrum menyarankan karena keterbatasan BBM saat ini, agar pihak SPBU membatasi pengisian ke setiap pengendara. Untuk kendaraan roda dua maksimal Rp 30 ribu. Kendaraan roda empat Rp 100 ribu dan truk maksimal Rp 200 ribu.
“Tidak boleh melayani pengisian BBM menggunakan jerigen,” tegas Kasrum.
Kasrum juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Luwu dan aparat kepolisian supaya mendahulukan mobil tangki BBM dan truk gas elpiji melintas ke wilayah Luwu Utara.
Selanjutnya bagaimana dengan langkah taktis Pemkab Lutim dalam mengatasi kelangkaan BBM diwilayahnya?
Saat ini redaksi masih mencoba menghubungi pihak terkait dari wilayah Lutim. (Ip)






















Comment