
Dailymakassar.id – LUTRA. Ketua PP Pemilar Zulkifli Hatta menyebutkan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra) tukang pemberi harapan palsu kepada rakyatnya.
Hal ini menurut Zulkifli karena berapa pernyataan yang telah dirilis tidak sesuai fakta yang ada. Kata dia salah satu contoh terkait dana stimulan untuk para korban bencana banjir bandang, di mana 1 tahun yang lalu pasca bencana menyebutkan rusak berat akan mendapat bantuan 50 juta, rusak sedang 25 juta, dan rusak ringan 10 juta.
“Dan dana itu diluar anggaran untuk pembangunan hunian tetap. Tetapi dalam perjalanan nya semua tidak sesuai pernyataannya melalui kepala badan BPBD Lutra,” kata Zulkifli kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).
“Harusnya seorang pejabat publik itu tidak perlu lagi dipertanyakan kebenaran pernyataannya, atau dapat pertanggung jawabkan,”sambungnya.
Lanjut Zulkifli menjelaskan, belum lagi persoalan biaya jaminan Hidup.
“Dalam pernyataan kepala dinas sosial di salah satu media menyatakan jadup tahap 2 akan segara cair. Kita ketahui Jadup diberi selama 2 bulan (60 hari), senilai Rp 300 ribu/jiwa/bulan atau Rp 10 ribu/jiwa/hari,”katanya.
“Ironisnya sampai hari ini semua hanya sebuah pernyataan penenang saja, tanpa adanya realisasi,” sambung zulkifli.
Lebih jauh zulkifli mengatakan inilah penyakit pemda kita, hal yang belum pasti terlalu cepat untuk diumbar.
“Apa karena hanya kebutuhan media sosial saja sebagai penenang bagi rakyatnya. Parahnya lagi persoalan pernyataan bupati Lutra terkait pembangunan tanggul permanen pada tahun yang lalu telah di publikasikan dan sampai hari ini belum ada kejelasan. Dan ternyata tahun ini hanya pekerjaan urugan batu saja,” jelasnya.
“Nah inilah yang kami maksud bahwa Pemda Lutra itu “Tukang Pemberi Harapan Palsu” terhadap rakyat nya,” pungkas Zulkifli Hatta.
Media masih mencoba mengkonfirmasi pihak terkait dari Pemda Lutra. (Ip)






















Comment